Posko Petani Dibongkar, Satu Aktivis Ditangkap

Rintangan demi rintangan terus menghalangi perjuangan rakyat Jambi di Jakarta. Senin (19/11) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, gabungan pasukan Satpol PP dan Kepolisian kembali membongkar paksa tenda-tenda petani di depan gedung DPR RI.

Upaya itu berusaha dihadang oleh petani. Namun, karena petani berjuang melindungi kaum perempuan dan anak-anak kecil, mereka pun tak sanggup mengamankan barang-barangnya.

Tak hanya itu, koordinator deputi Kajian dan Bacaan KPP-PRD, Agus Pranata, yang berusaha mengajak polisi bernegosiasi, justru ditangkap. Ia kemudian dibawa oleh petugas kepolisian ke Markas Polda Jakarta raya.

Menurut Kutar, salah seorang petani Suku Anak Dalam (SAD) yang menyaksikan kejadian itu, pada saat kejadian sedang berlangsung, sebagian besar petani sedang mempersiapkan sarapan pagi. Sebagian pengurus Serikat Tani Nasional (STN), yang turut mendampingi petani, sedang pergi mandi.

Kutar juga mengungkapkan, akibat aksi represif petugas kepolisian itu, sejumlah warga terkena pukulan. Bahkan seorang anak kecil, Chiko, usia sekitar 2 tahun, juga terkena bogem mentah petugas kepolisian. Bagian mata anak kecil ini pun bengkak lantaran pukulan tak bertanggung-jawab itu.

Selain itu, Satpol PP juga merampas sejumlah logistik yang dibawa petani, seperti ubi, beras, dan perlengkapan memasak. Sejumlah ibu-ibu juga mengatakan, pakaian dalam mereka yang dijemur di sekitaran lokasi tenda juga dibawa petugas. “Kami tidak bisa ganti pakaian sekarang,” kata seorang ibu.

Menanggapi aksi brutal ini, pengurus KPP STN Yorris Sindhu Sunarjan mengatakan, tindakan brutal itu sangat tidak berasalan. Pasalnya, kata Yoris, warga hanya menumpang menginap di depan gedung DPR.

“Kami sudah berhari-hari diguyur hujan. Tenda-tenda kami di lapangan Benhill direndam banjir. Kok kami tidak bisa menginap di depan DPR? Petani kan ke Jakarta untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang dirampas,” keluhnya.

Malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB, Agus Pranata, aktivis PRD yang ditangkap, akhirnya dibebaskan. Kehadiran Agus Pranata di tengah-tengah massa petani disambut gegap gempita “Hidup Rakyat!”. Ia datang bersama Ketua Umum PRD, Agus Jabo Priyono, dan sejumlah pengurus PRD lainnya.

Untuk diketahui, 250-an petani dari Jambi ini berencana menggelar aksi di kantor Kemenhut RI, senin (19/11). Mereka hendak menagih janji Kemenhut terkait enclave tanah seluas 8 ribu hektar milik petani Kunangan Jaya Dua (Batanghari) dan tanah seluas 3.482 hektar milik petani Mekar Jaya (Sorolangun).

Rusdianto Alit Amoersetya

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut