Polisi Represi Pemrotes Kenaikan Harga BBM Di Cirebon

Polisi tetap saja mengedepankan kekerasaan saat menangani aksi protes. Di Cirebon, Jawa Barat, Polisi menggunakan pukulan dan tendangan untuk membubarkan aksi protes mahasiswa.

Akibatnya, empat orang mahasiswa mengalami luka-luka. Seorang korban pemukulan mengalami luka lebam di bagian muka.

Awalnya, aksi massa puluhan mahasiswa Cirebon ini berjalan damai. Mereka tergabung dalam aliansi Persatuan Mahasiswa Cirebon. Mereka berbaris menyusuri sejumlah jalan utama di kota Cirebon, antara lain: Jalan Pemuda, Kedawung, dan Brigjen Darsono.

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut pemerintah agar membatalkan rencana kenaikan harga BBM tersebut. Pasalnya, jika tetap dipaksakan, maka akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Kenaikan harga komoditas akan membebani kehidupan rakyat,” teriak mahasiswa saat berorasi.

Mahasiswa juga mengeritik gaya hidup mewah para pejabat. Hal itu dianggap berkontribusi pada pemborosan APBN.

“Pemimpin hidup bergelimang kemewahan, sedangkan rakyatnya hidup dalam kemiskinan,” ujar Chairil Anwar, salah seorang peserta aksi.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut agar rejim SBY-Budiono segera mundur dari jabatannya. Di sejumlah titik yang dilalui massa aksi, mahasiswa membakar ban bekas sebagai simbol protes kenaikan harga BBM.

Kericuhan terjadi saat mahasiswa membakar ban di tengah jalan. Polisi berusaha menghentikan aksi mahasiswa itu. Adu-mulut pun terjadi diantara kedua belah pihak.

Adu-mulut itu berakhir dengan aksi pukul oleh Polisi terhadap mahasiswa. Sejumlah mahasiswa dipukuli dan ditendangi secara beramai-ramai. Bahkan tiga mahasiswa sempat ditangkap.

Meski sempat dibubarkan, mahasiswa tetap melanjutkan aksi. Mereka melakukan orasi-orasi berisi kecaman atas kenaikan harga BBM.

MULYANI

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut