Polisi New York Tahan 700-an Aktivis “Duduki Wall Street”

Kepolisian New York menangkap lebih 700 aktivis saat aksi protes anti-Wall Street  di dekat jembatan Brooklyn, Sabtu (1/10) malam.

Dikabarkan pula, seorang jurnalis dari New York Times, Natasha Lennard, juga masuk dalam daftar para aktivis yang ditangkap.

Menurut laporan media setempat, penangkapan itu terjadi ketika ada satu kelompok massa yang berusaha duduk di tengah jalan sebagai bentuk protes. Tetapi ketika mereka baru melangkah, Polisi sudah melakukan penangkapan.

Sementara lainnya mengatakan, para aktivis itu ditangkap setelah pawai panjang demonstran bertemu dengan garis polisi dan kemudian mereka ditangkap satu per satu.

Pawai damai ratusan aktivis Occupy Wall Street! (Duduki Wall Street) itu berakhir ricuh karena penangkapan. Para demonstran berteriak-teriak tatkala iring-iringan bus polisi membawa para demonstran yang tertangkap.

Aktivis Occupy Wall-Street ini sudah menduduki kawasan pusat kota Manhattan itu selama dua minggu. Mereka membangun kemah dan melancarkan protes setiap hari di pusat keuangan dunia tersebut.

Aksi ini sendiri merupakan aksi lanjutan dari pawai besar malam sebelumnya di kantor Polisi New York. Mereka memprotes tindakan seorang perwira polisi yang menyemprotkan merica kepada seorang demonstran perempuan.

Adegan kekerasan perwira polisi itu beredar luas di internet, khususnya Youtube. Kecaman luas dari berbagai kelompok masyarakat pun meletus dan berbuah pawai-pawai mengecam kekerasan Polisi.

Kelompok “Occupy Wall Street” mengaku terinspirasi dari gerakan “indignos” di Spanyol. Minggu lalu, para aktivis ini mendapat suntikan semangat dari kunjungan artis Susan Sarandon dan pembuat film terkenal Michael Moore. Selain itu, sejumlah serikat buruh lokal juga mengirimkan dukungan kepada gerakan protes.

Gerakan ini sudah menyebar luas ke sejumlah kota lain di Amerika Serikat. Pada hari Sabtu lalu, sebuah protes serupa sudah muncul di Los Angeles, dimana ratusan demonstran baru memulai membangun tenda. Di Boston, demonstran mulai berkemah di lapangan Dewey, dekat distrik keuangan kota tersebut.

Para demonstran memprotes kerakusan korporasi. Mereka menuding Wall Street telah menjadi biang kerok dari kesengsaraan dan kejatuhan tingkat kesejahteraan rakyat Amerika dan dunia.

Demonstran mengaku membela 99% rakyat Amerika untuk melawan 1% penduduk kaya. Kelompok “Occupy Wall Street” telah menyerukan protes besar-besaran untuk menduduki pusat kota Manhattan tersebut pada 17 September mendatang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Andreas Kusumajaya

    DAMAI ITU TAK MUNGKIN YANG MUNGKIN ADALAH PERANG BERADARH DI JALAN-JALAN HINGGA LAWAN KITA MUSNAH ATAU MENYERAH!