Polisi Malaysia Tangkap Ribuan Aktivis Oposisi

Pihak Kepolisian telah bertindak represif ketika menangkap 1600-an aktivis oposisi saat menggelar aksi besar-besaran di Kuala Lumpur, siang tadi (9/7) untuk menuntut demokrasi dan pemilu bersih.

Sejak pagi hari, rakyat sudah bergerak dari berbagai kumpulan, memenuhi jalan-jalan di kota Kuala Lumpur. Sedianya, koalisi berbagai kekuatan oposisi yang disebut koalisi Bersih 2.0 merencanakan rapat umum hari ini.

Polisi pun menghadang dan berusaha membubarkan kumpulan massa itu dengan menggunakan tembakan gas air mata. Media setempat melaporkan bahwa polisi menangkapi para aktivis dan melemparkannya masuk ke dalam truk.

Polisi menganggap rapat umum itu illegal. Tetapi, sejak kekuasaan di Malaysia dipegang oleh UMNO-BN selama 54 tahun, hak untuk menyatakan pendapat dan menggelar aksi protes sangat dibatasi. Ada aturan bernama UU Keamanan Dalam Negeri (ISA) yang melegitimasi penangkapan terhadap orang-orang yang berkumpul dan mengeritik pemerintah.

Dalam aksi siang tadi, pihak Bersih 2.0 memperkirakan jumlah massa aksi mencapai 50 ribu orang di Kuala Lumpur. Tetapi media massa, yang sebagian besar berada di bawah kontrol pemerintah, hanya melaporkan 30 ribu orang.

Sebagian besar aktivis Bersih 2.0 mengenakan kaos kuning sebagai simbol perlawanan terhadap kediktatoran di Malaysia. Sedangkan pihak pemerintah sendiri juga mengerahkan aksi massa tandingan yang disebut “Patriot”, yang sengaja mengenakan kaos merah.

Pihak oposisi berkali-kali meneriakkan “Hidup Rakyat” dan “Allahu Akbar”. Mereka sebagian membawa balon kuning sebagai simbol perlawanan.

Anwar Ibrahim Terluka

Sementara itu, salah satu pimpinan oposisi di Malaysia, Anwar Ibrahim, dilaporkan mengalami luka di bagian kepala dan kakinya akibat ditembak gas air mata oleh pihak Kepolisian.

Anwar Ibrahim akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dua putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah dan Nurul Hana, yang turut ambil bagian dalam aksi protes siang tadi, turut ditangkap oleh pihak kepolisian.

Polisi juga menangkap puluhan tokoh kunci oposisi lainnya. Diantaranya: Mahfuz Omar, Salehuddin Ayub, Tian Chua, S Ambiga, Hadi Awang dan Fuziah Salleh (semua ditangkap di KL Sentral), Azis Rahim, Muhammad Mahfuz, Khairy Jamaluddin, ngeh Khor Ham dan Sivarasah Rasiah (semua ditangkap di Jalan Pudu) dan Mohamad Sabu (Jalan Mahameru).

Meskipun diwarnai represi dan penangkapan, tetapi pihak pro-demokrasi mengklaim bahwa demonstrasi hari ini mengalami sukses besar, karena jumlah rakyat yang berpartisipasi sangat besar.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut