Polisi Hentikan Aksi Solidaritas Untuk Pejuang Agraria Di Riau

Aksi massa petani Jambi dan Lampung di depan Istana Negara

Rencana 200-an aktivis Solidaritas untuk Petani Aktivis Yang Dikriminalisasi (SAKSI) untuk menggelar aksi massa di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, siang (7/2), tidak terlaksana.

Pagi tadi, sekitar pukul 10.00 WIB, ketika massa aksi SAKSI baru mau bergerak ke Mapolda, mereka dihadang kepolisian. Polisi beralasan, pihak SAKSI telah menyampaikan pemberitahuan aksi.

Terjadi perdebatan sengit antara aktivis SAKSI dan polisi. Namun, untuk mencegah benturan, aktivis SAKSI memilih mengalah. Mereka pun hanya menggelar orasi-orasi beberapa menit di Taman Kota, di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Riau.

“Alasan kepolisian sangat tidak masuk akal. Pada prinsipnya, kami sudah menyampaikan surat ijin. Bagi kami, kepolisian hanya ingin menghalangi aksi kami di depan Mapolda,” kata Koordinator SAKSI, Bambang Aswandi.

Bambang juga menganggap tindakan kepolisian itu sebagai bentuk penghalang-halangan terhadap hak menyampaikan pendapat di muka umum. “Ini jelas tindakan anti-demokrasi. Hak kami menyampaikan pendapat dihalangi dengan prosedur berbelit-belit,” tegasnya.

Bambang mengaku, pihaknya sudah menyampaikan surat pemberitahuan aksi ke pihak kepolisian sore (6/2) kemarin. Namun, polisi menganggap surat pemberitahuan itu sudah terlambat.

Meski gagal menggelar aksi di depan Mapolda hari ini, aktivis SAKSI berencana menggelar aksi besar-besaran di depan Mapolda Riau pada hari Senin (11/2) mendatang.

Untuk diketahui, massa aksi SAKSI berencana menggelar aksi solidaritas terkait penangkapan dua aktivis Serikat Tani Riau (STR), Muhamad Ridwan dan Muis, pada hari Minggu (3/2) lalu.

Bagi aktivis SAKSI, penangkapan Ridwan dan Muis merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pejuang agraria. “Mereka berdua adalah pejuang yang membela hak-hak kaum tani di Pulau Padang, Kepulauan Meranti, dan hak-hak kaum buruh PT. EMP Malacca Strait, SA,” kata Bambang.

Tak hanya itu, SAKSI juga menuntut penghentian berbagai tindakan kriminalisasi pejuang agraria di berbagai tempat di Indonesia, seperti penangkapan aktivis di Palembang (Sumsel), 17 petani ditahan di Polres Labuhan Batu (Sumatera Utara), dan 5 orang ditahan di Polres Pare Kediri (Jawa Timur).

SAKSI sendiri merupakan gabungan berbagai organisasi, seperti Partai Rakyat Demokratik (PRD), LABHR, Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), KBH Riau, JIKALAHARI, FOPERSMA, Serikat Tani Riau (STR), LBH Pekanbaru, WALHI Riau, dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Timur Subangun

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut