Polisi Didesak Untuk Memeriksa Presdir PT. Vale Indonesia

Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) mendesak pihak kepolisian segera memeriksa Presiden Direktur PT. Vale Indonesia, Niko Kanter, terkait tuduhan melakukan penambangan ilegal di kawasan hutan lindung (HL).

Menurut Direktur IMES, Erwin Usman, PT. Vale Indonesia tidak mengantongi izin pinjam pakai kawasan untuk pembukaan jalan  (main road) di kawasan hutan lindung Zeba-Zeba, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Jalan tersebut sepanjang 28 Km.

Erwin juga mengungkapkan, warga yang tergabung dalam Forum Rakyat Bersatu (FORBES) Morowali, yang didukung oleh Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng, sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulteng dengan nomor pelaporan: LP/401/IX/2013/SPKT tanggal 9 September 2013.

“Laporan tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan pengusutan hingga tuntas,” ujar Erwin.

Erwin juga mengungkapkan, praktek perambahan hutan ilegal oleh PT Vale Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2009. Namun, laporan warga sejak 2009-2011 itu tidak mendapat respon aparat Polres Morowali.

Padahal, kata Erwin, kejahatan pertambangan dilakukan suatu korporasi multinasional. PT. Vale Indonesia. PT. Vale Indonesia, yang dulunya bernama PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco), merupakan salah satu perusahaan nikel dan biji besi terbesar di dunia.

Menurut Erwin, penyidikan kasus illegal logging ini akan mengantarkan pada pengungkapan kasus-kasus pidana korporasi lain seperti pajak, royalti dan seterusnya. Oleh karena itu, Polri diminta menggandeng KPK, PPATK, dan BPK.

Ia juga meminta Menteri Kehutanan untuk tidak mengeluarkan izin pinjam pakai kawasan hutan lindung Zeba-Zeba.

“Kasus PT Vale ini bisa jadi pintu masuk untuk mengusut kejahatan perusahaan tambang asing. Dan langkah selanjutnya dilakukan nasionalisasi berdasarkan Pasal 33 UUD 1945,” katanya.

PT Vale Indonesia memegang Kontrak Karya pertambangan sejak 1968 di Indonesia. Secara keseluruhan luas penguasaan mencapai 190.000 Ha. Kontrak Karya ini telah direvisi dan perpanjang sejak tahun 1996 hingga 30 tahun ke depan (2025).

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut