Polisi Bubarkan Protes Komunitas Tiongkok Di Paris

PARIS, Berdikari Online: Sebuah aksi protes untuk melawan aksi kekerasan yang menargetkan komunitas Tiongkok di Paris, Senin (21/6) dibubarkan polisi dengan menggunakan gas air mata.

Sedikitnya 8.500 orang turun di jalan-jalan di kota Belleville timur, dimana mereka meminta tanggung-jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan tanpa diskriminasi.

Menurut saksi mata, kericuhan terjadi ketika tas salah seorang demonstran hilang. Polisi turun tangan dan menangkap tiga orang.

Polisi melepaskan tembakan gas air mata ke arah demonstran, setelah polisi mendapatkan lemparan batu.

Menurut panitia penyelenggara aksi dari Organisasi Tiongkok-Perancis, yang menyebarkan sedikitnya 5000 T-shirt dan sticker berbunyi “keamanan untuk semua”, itu adalah demonstrasi terbesar oleh komunitas Tiongkok di Perancis.

Dalam beberapa bulan terakhir, komunitas Tiongkok di Perancis telah menjadi sasaran serangan dan perampokan dengan cara kekerasan oleh oleh pemuda Belleville timur dan Paris. Dan polisi bertindak dengan kurang menguntungkan para imigran.

Sedikitnya 30 asosiasi orang Tiongkok direncanakan berpartisipasi dalam demo tersebut di bawah slogan “bukan kekerasan, tapi keamanan”.

Jin Chunlei, seorang konselor media dengan kedutaan Tiongkok, mengatakan kepada People Daily bahwa penyebab demonstrasi adalah ketertiban umum kaum miskin dalam masyarakat Perancis dan kejadian pemicu baru-baru ini, yaitu insiden Zhong Shaowu. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut