Polisi Bubarkan Aksi Pendudukan Di Pelabuhan Sape: Puluhan Tertembak Dan 2 Tewas

Polisi kembali memperlihatkan watak brutal dan anti rakyat-nya. Pagi tadi, sekitar pukul 06.00 WITA, polisi membubarkan paksa aksi pendudukan rakyat di pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Saat itu, sebagian besar massa masih tertidur. Sementara sebagian massa lainnya sedang pulang sarapan pagi dan mandi. Jumlah massa yang bertahan saat diserang polisi berkisar ratusan orang.

Menurut Delian Lubis, aktivis dari Front Rakyat Anti Tambang, polisi membubarkan aksi rakyat dengan memberondong mereka secara membabi-buta. “Saya masih tidur saat itu. Tiba-tiba senjata sudah menyalak,” katanya.

Lubis hanya mengetahui bahwa warga berusaha menyelamatkan diri. Mereka berlarian menuju gunung terdekat. Tetapi, sejumlah warga tak berhasil meloloskan diri.

Menurut Erdin, 27 tahun, salah seorang warga yang berada di lokasi, jumlah warga yang tertembak diperkirakan puluhan orang. Sementara 8 orang warga dilaporkan tewas di tempat.

Sementara Usman, seorang warga lainnya, menyebut jumlah korban tewas ada dua orang: Arif Rahman (30 tahun) dan Mahfud (pelajar SMU).

Selain itu, menurut Usman, sejumlah korban yang mengalami luka tembak sedang dalam kondisi kritis.

Akan tetapi, jumlah korban tewas dan luka-luka masih simpang siur. Sebagian besar saksi mata sedang berusaha menyelamatkan diri di hutan. Sementara warga lainnya susah diakses karena Polisi masih menyisir sekitar lokasi.

Sebagian besar korban luka tembak peluru tajam dilarikan ke RSUD Bima. Sementara korban yang tertembak peluru karet dilarikan ke Puskesmas Sape dan Lambu.

Menurut Erdian, polisi hanya membiarkan korban tembak tergeletak. Tak satupun korban tembak yang dirawat atau diangkut polisi ke RS. Terpaksa warga yang melakukan evakuasi korban tembak ke Rumah Sakit.

Saat ini, menurut Delian Lubis, sampai saat ini Polisi masih melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para aktivis dan warga yang bersembunyi di gunung. “Kami terus berlarian ini. Polisi terus-menerus mengejar kami,” ujarnya.

AGUS PRANATA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut