Polisi Bubarkan Aksi Pedagang Asongan Stasiun Di Cirebon

Rencana aksi massa yang sedianya digelar oleh ratusan pedagang asongan di Daop III, terutama dari stasiun Cirebon Kejaksaan dan stasiun Cirebon Prujakan, tidak terlaksana.

Penyebanya, ketika massa aksi pedagang baru bersiap menuju ke lokasi aksi, sebanyak dua SSK (satuan setingkat kompi) dari aparat kepolisian datang untuk membubarkan aksi itu, Selasa (3/6/2014).

Menurut Paryono, ketua Asosiasi Pedagang di Daop III, tindakan pembubaran itu terjadi pada saat sebanyak 400-an pedagang asongan baru bersiap-siap menuju ke sasaran aksi, yakni stasiun Cirebon Prujakan.

“Kami baru berkumpul dan merapikan barisan menuju ke sasaran aksi. Tetapi polisi tiba-tiba datang dan melarang massa aksi melanjutkan aksinya,” kata Paryono.

Saat kejadian, ungkap Paryono, polisi berdalih bahwa aksi tersebut bisa mengganggu situasi keamanan menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2014. Sebagai sogokan kepada massa aksi, Kapolres Cirebon AKBP Dani Kustoni menjanjikan pertemuan antara kepala Daop III dengan para pedagang asongan.

Paryono menceritakan, ketika dihalang-halangi oleh polisi, para pedangan asongan tetap bertekad melakukan aksinya. Pada saat itulah, kata Paryono, polisi menangkap seorang pedagang bernama Rohadi alias Rambo.

Karena itu, untuk mencegah bentrokan antar pedagang asongan dengan pihak kepolisian, para pedagang pun memilih mengurungkan niatnya. Mereka kemudian menggelar diskusi untuk membahas situasi dan jalan keluarnya.

“Kami memutuskan menggelar doa bersama-sama dan kemudian pulang ke rumah masing-masing,” ujar Paryono.

Para pedagang asongan dari Daop III ini mulai berkumpul sekitar pukul 10.00 WIB di Balai Pertemuan Masyarakat Rt 05 / 07 Karang Mekar Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksaan, Cirebon.

Sebelum melakukan aksinya, para pedagang asongan ini sepakat mengisi data anggota. Lalu, sekitar pukul 11.30 WIB, para mendengarkan sosialisasi aksi dari Paryono.

“Bentuk aksi kita adalah bersama-sama masuk ke lokasi stasiun dengan membawa barang dagangan untuk berjualan,” ujar Paryono.

Sayang, sebelum ratusan pedagang ini melakukan aksinya, aparat kepolisian dari Polres Cirebon datang menggagalkannya. Para pedagang pun sangat kecewa. Mereka menilai tindakan kepolisian ini terlalu berlebihan dan merampas hak-hak kaum pedagang untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Untuk diketahui, aksi massa yang digelar oleh ratusan pedagang asongan dari Daop III ini merupakan bagian dari aksi bersama yang sedianya dilakukan oleh para pedagang asongan dari semua Daop di seluruh Pulau Jawa.

Aksi bersama para pedagang asongan ini mengusung tuntutan, yakni pencabutan Instruksi PT KAI Nomor 2/11.006/KA-2012 tentang Penertiban Pedagang Asongan.Para pedagang menilai instruksi tersebut telah mematikan kehidupan ekonomi para pedagang.

Selain itu, para pedagang juga menilai kebijakan itu sangat diskriminatif karena hanya menyasar pedagang asongan yang notabene rakyat miskin, sementara minimarket dan restoran waralaba punya hak monopoli untuk berdagang di stasiun.

Sonny Laurentius

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut