Polisi Bertindak Brutal Saat Bubarkan Pemogokan Buruh PT. DAP

Kepolisian kembali bertindak brutal. Kali ini, tindakan brutal itu dilakukan kepada kaum buruh yang sedang menggelar pemogokan. Sore tadi, sekitar pukul 18.15 WIB, polisi membubarkan paksa pemogokan buruh PT. Duta Abadi Primantara (DAP).

Menurut kronologi yang diterima Berdikari Online, polisi menggunakan mobil dan kendaraan bermotor untuk membubarkan pemogokan buruh tersebut. Akibatnya, sejumlah buruh terlindas oleh kendaraan aparat kepolisian itu.

Polisi juga melepaskan tembakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan kaum buruh. Selain itu, sejumlah buruh juga mengalami luka cukup serius akibat dipukuli dan diinjak-injak oleh aparat kepolisian.

Menurut laporan Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), serikat buruh yang menaungi kaum buruh PT. DAP, setidaknya 8 orang buruh dirawat serius, 5 warga turut terluka, dan 2 orang balita. Sedangkan salah seorang pengurus GSBI, Ismet Inoni, juga ditangkap oleh kepolisian.

Rudi HB Daman, Ketua Umum GSBI, menganggap tindakan kepolisian membubarkan aksi demo buruh sebagai tindakan anti-demokrasi. Selain itu, katanya, tindakan itu bertentangan dengan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Pemogokan adalah hak bagi kaum buruh dan siapapun termasuk aparat kepolisian tidak mempunyai hak menghalang-halangi tindakan pemogokan, apalagi melakukan pembubaran paksa,” ungkapnya.

Buruh PT. DAP mulai melancarkan pemogokan tanggal 22 Desember lalu. Mereka menuntut perbaikan kondisi kerja, menolak sistim kerja kontrak jangka pendek, dan menolak praktek outsourcing.

Sejak mogok hari pertama, kaum buruh sudah mendapat teror dan ancaman. Hari itu juga polisi sudah mengeluarkan ancaman pembubaran. Tetapi pemogokan hari pertama bisa berjalan lancar.

Besoknya, 23 Desember 2011, buruh kembali melancarkan pemogokan. Beberapa negosiasi dengan pihak pengusaha menemui jalan buntu. Pihak perusahaan menolak memenuhi tuntutan para pekerja.

Akhirnya, pada pukul 17.30 WIB, pihak buruh bernegosiasi dengan Polres Tangerang agar diperbolehkan melakukan pendudukan di depan pabrik. Kepolisian pun menyetujui tuntutan itu: asalkan aksi pendudukan dijalankan dengan tertib dan tidak mengganggu lalu-lintas.

Kaum buruh pun memulai aksi pendudukan dengan tertib. Tidak ada aktivitas orasi. Namun, tiba-tiba pada pukul 18.15 WIB, polisi mulai bergerak menyerang dan membubarkan aksi pemogokan kaum buruh.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut