PMKRI Gelar Buka Puasa Bersama Kaum Pergerakan

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) kemarin (18/8) menggelar buka puasa bersama bertemakan “menggugat kemerdekaan indonesia: membangun republik baru”.

Acara tersebut melibatkan puluhan aktivis pergerakan yang tergabung dalam sejumlah organisasi, antara lain PMII, HMI MPO, IMM, KPRM, SMI, PRD, Repdem dan Serikat Pekerja PLN.

Ilham Syah dari SBTPI dalam kesempatan itu berbicara tentang pentingnya persatuan di antara kelompok pergerakan dan peran utama buruh dalam memperjuangkan ini.

Sementara itu Binbin berpendapat kaum pergerakan masih kecil dan butuh membuka diri terhadap tokoh-tokoh oposisi yang sejalan. Menurut aktivis PRD ini, landasan republik baru dapat mengacu pada pembukaan UUD 45.

Seorang pimpinan KPRM, Suryanta, menganalisa bahwa tenaga produktif adalah persoalan utama bangsa ini.

“Itu” jelasnya “hanya bisa dikoreksi bila imperialisme bisa diusir dari bumi nusantara.” Menurutnya kaum elit terbukti tidak mampu membawa perubahan yang diharapkan.

Ridwan dari IMM menambahkan bahwa perjuangan ini perlu dilakukan secara bergotong royong, sebagaimana dicontohkan dulu oleh Bung Karno.

Ia juga menyitir konsep Trisakti Bung Karno untuk memberikan gambaran lebih detail tentang prinsip-prinsip yang akan melandasi republik Indonesia yang baru.

Ba’itz dari HMI MPO berpendapat bahwa aktivitas kaum pergerakan hendaknya tidak terbatas pada aksi-aksi di jalanan saja untuk merespon isu-isu yang terpisah, tapi juga melakukan kegiatan2 konsolidasi yang berkelanjutan.

Ketua SP-PLN turut memberikan pendapatnya dengan menawarkan suatu proyek konkrit untuk merespon kenaikan TDL pada 1 Mei tahun depan, sehingga tersedia waktu yang cukup untuk berkonsolidasi dan mempersiapkan mobilisasi.

Berhubung terbatasnya waktu maka acara diskusi disepakati untuk diteruskan minggu depan.

“Kegiatan seperti ini harus disambung terus, kita harus terus melakukan tukar pemikiran seperti ini dan membiasakan diri menerima perbedaan sambil tetap bekerjasama. Tidak sekedar berebut dan bersaing untuk tampil dalam aksi” jelas Ilham Syah.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Bravo!
    Galang terus kekuatan Merah Putih melalui silaturahmi seperti itu.
    Dengan bangga, saya akan berkata lantang : “Inilah Indonesia!”.

  • Agung Dgreat

    sebuah ciri ke Indonesian sejati aneka tetapi satu(bersatu kita teguh bekerjasama kita jaya), perbedaan bukan sebuah halangan untuk tetap membangun silatuhrahmi dan bekerjasama menjadi sebuah bangsa yang kuat dalam sebuah gerak perubahan yang lebih baik dari hari ini untuk esok dan masa datang

  • Charles

    PMKRI, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, bukan Persatuan mahasiswa Katolik Reublik Indonesia, tapi yang lebih penting dari itu adalah untuk menggalang pembaharuan untuk perubahan menuju kesejahteraan dengan tema menggugat kemerdekaan indonesia: membangun republik baru”.