PM Kevin Rudd Mengundurkan Diri, Julia Gillard Jadi Perdana Menteri

CANBERRA: PM Australia Kevin Rudd mengundurkan diri dari posisinya selaku perdana menteri, Kamis (24/6). Penggantinya adalah Julia Gillard, yang sekaligus menjadi perempuan pertama yang menjadi perdana menteri di negeri itu.

Awal kejatuhan popularitas Rudd di mata publik dimulai dari bulan Desember, ketika ia gagal meloloskan Undang-undang perdagangan emisi karbon dan kemudian memetieskannya hingga 2013, sehingga perusahaan pelaku polusi terbesar di Australia terhindar dari kewajiban membayar biaya emisi, demikian dilaporkan Al-jazeera.

Disamping itu, Rudd berhadapan dengan industri pertambangan karena kebijakannya untuk menerapkan pajak super-profit sebesar 40%. Melalui kebijakan ini, Rudd berharap ada pemasukan ke kas negara dari keuntungan yang dinikmati perusahan tambang setelah meningkatnya penjualan ke Tiongkok.

Pada momen inilah, Julia Gillard, yang juga menempati posisi deputi Rudd di Partai Buruh, berhasil menjalankan maneuver politik untuk menggantikan kepemimpinan politik di partai buruh.

Terkait pergantian posisi ini, berbagai pihak menanggapi secara pesimistik, terutama dari kalangan aktivis pergerakan.

Pip Hinman, aktivis dari Socialist Alliance, kepada Green Left Weekly mengatakan, meskipun Gillard disebut-sebut kiri, tetapi Gillard telah terbukti sebagai konservatif dari sebagaimana seluruh kepemimpinan ALP (Partai Buruh), dalam hal persoalan pengunsi, hukum di tempat kerja, dan kebijakan luar negeri.

“Pernyataan Gillard yang tidak tegas menyangkut pajak super profit agi perusahaan-perusahaan tambang merupakan pertanda yang jelas bahwa ia siap membuat kesepakatan dengan para bos pertambangan,” kata Hinman

Hinman percaya bahwa kenaikan Gillard ke tampuk pimpinan ALP, dan menjadi perdana menteri, merupakan sebuah upaya putus asa untuk menaikkan citra partai di saat krisis. (Db)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut