PM Jepang Naoto Kan Menangkan Pemilihan Ketua Partai

TOKYO: Perdana Menteri Jepang Naoto Kan berhasil menghilangkan satu rintangan untuk mempertahankan kursi perdana menteri, setelah mengalahkan rival separtainya, Ichiro Ozawa, sebagai ketua Partai Demokratik Jepang (DPJ), Selasa (14/9).

Kan mengumpulkan total 721 point dari 1.222 point yang diperebutkan, sedangkan Ichiro Ozawa, penantangnya untuk kandidat presiden DPJ, hanya mendapatkan 491 point.

“Aku bertekad untuk menghidupkan kembali ekonomi Jepang dan memelihara kesatuan di dalam partai DPJ,” ujar Kan sesaat setelah pengumuman hasil pemilihan.

Sekarang ini Kan sedang berhadapan dengan tugas mereshuffle kabinet, pemulihan ekonomi Jepang setelah mata uang yen naik 15 point pertahun terhadap dollar, dan menentukan peran yang seharusnya dimainkan Ozawa di dalam partai.

Kan adalah seorang veteran aktivis kiri dan menjadi populer ketika menjabat Menteri Kesehatan dalam waktu singkat. Dia menemukan kesalahan resmi dalam skandal darah tercemar HIV.

Sementara Ozawa, yang dikenal juga sebagai “shogun bayangan”, dikenal sebagai otak strategi DPJ ketika memenangkan pemilu bersejarah tahun 2009 lalu, menyingkirkan partai liberal yang sudah berkuasa setengah abad secara berturut-turut.

Namun, pamor Ozawa sedikit menurun karena merebaknya tudingan skandal politik, dan kemungkinan akan didakwa karena kasus ini.

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

Ozawa adalah pengeritik paling keras bagi kepemimpinan Kan dalam tiga bulan terakhir. Kan gagal mempertahankan mayoritas dalam pemilihan majelis tinggi pada bulan juli, karena keputusannya menaikkan pajak konsumsi guna mengurangi utang masyakat Jepang.

Karena itu, Ozawa sangat marah dan menantang Kan dalam pemilihan ini.  Situasi ini dianggap dapat memicu perpecahan di tubuh partai, dimana Ozawa mengontrol satu faksi dalam partai yang sangat besar.

“Kan hanya memiliki sedikit pilihan kecuali mereshuffle kabinet, dan dengan demikian, ia memberi tempat kepada beberapa orang pendukung Ozawa dan Ozawa sendiri,” Dr David McLellan, guru besar studi Asia di Universitas Waseda, kepada kantor berita Xinhua (14/9).

Menurutnya, Ozawa seperti lem di dalam partai dan banyak orang yang tidak menginginkan dirinya keluar dari partai dalam waktu dekat, sehingga Kan harus memperhatikan pengaruh sangat besar Ozawa ini.

“Dengan memegang darah biru dalam silsilah politik generasi kedua dan meskipun sejarah mencatatnya jelek karena skandal politik, kita harus setuju, suka atau tidak suka, bahwa dia adalah politisi yang jenius,” ujar analis politik independen, Teruhisa Muramatsu, kepada Xinhua.

“Pemilihan sudah berakhir. Ini adalah waktu untuk semua anggota DPJ untuk bersatu dan mewujudkan janji-janji partai,” ujar Naoto Kan dalam pidatonya.

Tugas Berat Menanti

Tugas berat sedang menanti Kan paska pemilihan ini, terutama menghadapi nilai yen menguat mencapai titik tertinggi dalam 15 tahun terhadap dolar, dan menyebabkan para eksportir Jepang sangat terpukul.

Kan, seorang mantan Menteri Keuangan dan dikenal sebagai elang fiskal, dan dianggap kurang melakukan intervensi langsung terhadap pasar keuangan.

Persoalan lain yang dihadapinya adalah deflasi dan meroketnya utang publik Jepang.

Perdana menteri secara konsisten mengandalkan Bank of Japan (BOJ) untuk berbuat lebih banyak guna mengatasi deflasi yang merugikan bangsa.

Prioritas ekonomi Kan antara lain pemotongan pajak korporasi untuk mendorong pemulihan ekonomi yang kurang kuat akibat deflasi dan penguatan yen.

Untuk mencapai tujuan itu, Kan kemungkinan akan berusaha menjangkau partai oposisi untuk membantunya di parlemen, karena partainya tidak lagi di mayoritas di majelis tinggi. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut