PKL Pelabuhan Makassar Tolak Penggusuran

Sejak pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WITA, puluhan pedagang kaki lima (PKL) di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sudah menggelar aksi massa. Mereka menolak rencana PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menggusur para pedagang.

“Pihak Pelindo tidak boleh seenaknya menggusur. Kami berdagang di sini demi menghidupi keluarga kami. Jika kami digusur, bagaimana kami bisa menghidupi keluarga kami,” kata Dg Baji, salah seorang pedagang yang juga aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Spanduk menolak penggusuran tertempel di depan lapak-lapak pedagang. Beberapa diantaranya berbunyi, “Tolak Penggusuran”, “Perbaiki Nasib Kami”, dan “Laksanakan Pasal 33 UUD 1945”.

Sebelumnya, kata Dg Baji, para PKL menerima surat edaran dari pihak Pelindo, yang berisi larangan berdagang di kawasan pelabuhan. Dalam surat itu juga dituliskan, bahwa PKL dilarang berjualan karena rencana kedatangan kapal pesiar MS Rotterdam di pelabuhan Soekarno-Hatta.

“Katanya, akan ada kapal pesiar dari Belanda mau ke sini. Kapal itu mengangkut banyak turis. Tetapi, masak gara-gara itu kami dilarang berjualan. Itu sama saja dengan merampas hak hidup kami,” kata Dg Baji.

Menjelang siang hari, dukungan terhadap pedagang terus meluas. Aktivis mahasiswa, khususnya dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), turut mendukung perjuangan PKL.

Meski demikian, pihak Pelindo tak kunjung datang menemui PKL. Baru pada pukul 13.00 WITA, perwakilan Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) datang menemui PKL. Ia mengaku mendapat mandat dari pihak Pelindo.

Akriadi, nama petugas KPLP tersebut, mengumumkan bahwa PKL hanya dilarang berjualan pada tanggal 8 Maret 2013 bertepatan dengan kedatangan kapal pesiar MS Rotterdam dan kunjungan Menteri Keuangan RI Agus Martowardojo.

Pihak Pelindo, menurut Akriadi, membolehkan PKL berjualan seusai kedatangan kapal pesiar dan Menkeu itu. Setelah mendapat pemberitahuan itu, PKL pun mulai merasa agak tenang.

Namun, seperti diungkapkan Dg Baji, PKL akan tetap waspada dan bersiaga jikalau Pelindo mengingkari janjinya. “Kalau Pelindo ternyata mau menggusur kami, jangan salahkan jika pelabuhan akan kami duduki,” ujarnya.

Firman

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut