Pimpinan Maois Sandero Luminoso Dihukum Penjara Seumur Hidup

Florencio Flores Hala, atau sering dipanggil “Kamerad Artemio”, salah satu pimpinan gerilyawan Maois Shining Path/Sandero Luminoso, dituntut dengan hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Peru. Ia dianggap bersalah atas kematian 56 tentara, polisi 43 dan 32 warga sipil.

Tak hanya itu, Flores Hala juga dituduh terlibat kegiatan terorisme, perdagangan narkoba, dan pencucian uang. Selain hukuman penjara, Flores juga diharuskan membayar denda sebesar 183 juta dollar atas kerusakan yang ditimbulkan.

Namun, pengacara Flores Hala menyatakan akan mengajukan banding atas putusan pengadilan. “Ini kan pernyataan politik. Dan dia (Flores Hala) adalah tahanan politik,” kata pengacara Flores Hala, Alfredo Crespo, Jumat (7/6).

Saat pembacaan vonisnya, Flores Hala pakain coklat mengangkat tangan kiri sebagai simbol perlawanan. Selama proses persidangan, Flores Hala selalu membantah tudingan teroris atas dirinya dan organisasinya, Shining Path.

Ia juga menyangkal dirinya terlibat perdagangan narkoba. Flores Hala menyebut dirinya sebagai ‘kaum revolusioner’ dan perjuangannya adalah perjuangan politik yang disebutnya “perang rakyat”.

“Saya tidak akan memohon pengampunan. Dan saya tidak akan pernah menyesal,” kata Flores Hala.

Flores Hala sendiri ditangkap bulan Februari 2012 lalu. Saat itu, ia dan pasukannya bertempur habis-habisan melawan pasukan pemerintah. Akhirnya, setelah melalui tembak-menembak di sebuah daerah bernama Huallaga, Flores Hala ditangkap dalam keadaan terluka parah.

Sementara pemimpin tertinggi Shining Path, Abimael Guzman, sudah tertangkap tahun 1992. Ia juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sejak itu, gerakan gerilyawan Shining Path mulai mengalami kemunduran.

Abimael Guzman adalah aktivis Partai Komunis Peru. Pada tahun 1980-an, ia memutuskan untuk melancarkan perjuangan bersenjata melawan rezim kanan di Peru. Gerakan inilah yang kemudian di namai Shining Path atau Sendero Luminoso.

Sebagian besar anggota gerilya Shining Path adalah petani, yang sudah cukup lama menjadi korban kekejaman militer dan tuan tanah. Namun kemudian AS dan pemerintah Peru, dengan dukungan media massa arus utama, melabeli mereka “teroris”.

AS sendiri terlibat dalam upaya memerangi Shining Path. Bahkan, baru-baru ini AS menawarkan hadiah 5 juta USD kepada mereka yang bisa menangkap pimpinan Shining Path, termasuk Flores Hala.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut