Petral Bubar, Harga BBM Harusnya Turun

Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika angkat bicara soal pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Ia menilai, pembubaran anak usaha PT Pertamina ini akan sia-sia jika tidak dibarengi turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebab, kata dia, sejak awal rencana pembubaran perusahaan yang berada di Singapura ini bertujuan agar biaya pengadaan minyak menjadi lebih murah. Dari berbagai temuan termasuk dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) disebutkan telah terjadi inefisiensi dalam pengadaan minyak lewat Petral.

“‎Kalau ada inefisiensi di Petral, kan mengakibatkan biaya pengadaan tinggi. Sekarang Petral dibubarkan, berarti harapan rakyat kalau dibubarkan itu berarti biaya pengadaannya turun. Kalau biaya pengadaannya turun, BBM harganya turun,” jelasnya.

Mantan Kepala BP Migas ini mengatakan, langkah pemerintah membubarkan Petral tak patut diapresiasi jika tak berdampak langsung bagi kehidupan rakyat. Hanya sebatas membubarkan.

“Kan tujuannya (pembubaran Pertal) itu supaya biaya pengadaan BBM itu murah, supaya bensin atau BBM yang dijual ke rakyat itu rendah. Itu saja. Sekarang, ya, jangan dulu ditepuk tanganin dong, kalau berkat dibubarkannya Petral maka ‎harga BBM turun itu baru kita tepuk tangan,” tegasnya.

Ia minta masyarakat tidak terlalu menghiraukan isu mafia migas yang ada di Petral‎. Paling penting bagi rakyat adalah gebrakan baru berkat dibubarkannya Petral, yaitu harga BBM turun. “‎Itu jelas dirasakan. Tapi kalau dengan dibubarkan, enggak ada dampaknya terhadap harga BBM, terhadap biaya pengadaan BBM, jadi buat apa?” tandas Kardaya.

Senada disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Refrizal. Dengan dibubarkannya Petral, maka harga BBM harus segera turun. Sebab, kata dia, selama ini yang membuat harga BBM menjadi mahal adalah Petral.

“Dengan dibubarkannya Petral, harga BBM harus kembali turun dan pemerintah harus mensubsidinya untuk kebutuhan rakyat kecil. Sebab, pasca pembubaran akan terjadi efisiensi yang luar biasa, sehingga harga BBM bisa kembali disubsidi oleh pemerintah,” tegasnya.

Terkait mafia migas, ia minta pemerintah untuk menindaklanjuti secara hukum. Seperti melibatkan kepolisian dan KPK. “Nama-nama yang terlibat harus diungkap kepada publik sehingga kepercayaan masyarakat meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengatakan pembubaran Petral tak menjamin harga BBM jadi lebih murah. Namun, pembubaran Petral berdampak pengelolaan pengadaan minyak menjadi transparan. “Minimal bahwa itu sudah transparanlah, sudah bisa dibuka di publik,” katanya.

Tedi CHO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut