Petani Tulang Bawang Barat Tuntut Pengembalian Lahan

LAMPUNG: Seratusan petani dari Gunung Katun, kabupaten Tulang Bawang Barat, mendatangi kantor bupati setempat (11/10). Para petani mendesak agar pemerintah memperjuangkan lahan mereka yang diklaim oleh PT. Umas Jaya agrotama (UJA).

Para petani menggunakan nama Aliansi Rakyat Tulang Bawang Barat, yang merupakan gabungan dari Gerakan Petani Gunung Katun Bersatu, Partai Rakyat Demokratik (PRD), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan Serikat Tani Nasional.

Menurut Isnan Subkhi, salah seorang aktivis yang mendampingi petani, kasus ini sudah dimulai sejak tahun 1997 dan terus berlarut-larut karena pihak PT. UJA tidak punya itikad baik untuk merespon tuntutan para petani.

“Tanah itu seluas 1100 hektare adalah milik petani, namun diklaim oleh PT. UJA,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris KPW PRD Lampung Abu Hasan menegaskan bahwa para petani mengantongi bukti-bukti kepemilikan tanah yang sah.

“Pemda harus mendengarkan tuntutan para petani sebab mereka memiliki bukti kepemilikan yang sah,” tegasnya.

Abu Hasan menyatakan perjuangan para petani akan terus berlanjut dan akan membesar jika Pemda tetap keras kepala untuk menolak tuntutan petani.

Setelah melalui perundingan selama satu jam, pihak Pemda Tulang Bawang Barat menjanjikan akan memanggil pengusaha PT. UJA pada hari kamis mendatang dan memfasilitasi sebuah dialog luas antara petani, PT. UJA, dan pemerintah. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut