Petani Tanjung Medang Pertanyakan Tim Investigasi

Ratusan petani Tanjung Medang, Muara Enim, mempertanyakan keberadaan tim investigasi mengenai sengketa tanah ulayat.

Aksi ini digelar di depan kantor Pemkab Muara Enim (16/2). Massa petani menilai proses pembentukan tim investigasi ini berjalan lambat dan tidak jelas, sehingga membuat persoalan konflik agraria ini tidak jelas.

“Kelihatan sekali bahwa tim investigasi ini bekerja sangat lambat dan bertele-tele. Jika dibiarkan begini, maka persoalan rakyat Tanjung Medang tidak akan selesai,” kata Eka Subakti, Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sumsel, organisasi yang mendampingi aksi para petani.

Massa yang tergabung dalam Front Pemerintahan Rakyat Miskin (FPRM) ini juga mempersoalkan sikap pemerintah yang kurang memperhatikan hak-hak dasar rakyat. “Seharusnya, jika pemerintah benar-benar melindungi hak-hak dasar rakyat, termasuk tanah, maka kasus seperti ini tidak perlu terjadi.”

Dalam aksinya FPRM membawa keranda mayat sebagai sindiran atas matinya keberpihakan pemerintah terhadap persoalan rakyat. Massa membakar keranda mayat tersebut tepat di depan kantor Bupati Muara Enim.

Selain itu, jika tuntutan para petani ini tetap diabaikan oleh pemerintah, maka FPRM akan melakukan aksi blokade rel kereta api batu bara (Babaranjang) sebagai bentuk tekanan. “Jika tuntutan kami tidak didengar, maka kami akan memblokade rel kereta api batubara supaya pemerintah mendengar kami,” kata Baharuddin, salah satu aktivis FPRM.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Hendrikus Mesak

    Partai Rakyat Demokrat Sumsel dan Front Pemerintahan Rakyat Miskin melakukan giat fasilitiasi melalui jalur hukum. CAri pengacara dan Bupati Muara Enim dan instansi terkait digugat baik perdata dan PTUN.
    Paradigma baru: unjuk rasa itu baik, tapi kalau emosi tidak dikendalikan, malah menambah masalah baru…
    Selamat berjuang….

  • cekdev

    pusing….!!!!