Petani Rupat Tolak Operasional PT. SRL

Serikat Tani Riau (STR) Kecamatan Rupat, Bengkalis, mengecam keras upaya PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) untuk tetap memaksakan operasionalnya di atas lahan yang sedang disengketakan. Apalagi, lahan tersebut sudah ditetapkan bersatus “status quo”oleh Kepolisian Bengkalis.

“Ini sama saja dengan mengangkangi keputusan kepolisian. Mestinya pihak perusahaan tidak bisa memaksakan operasionalnya. Pihak masyarakat juga sedang masih menganggap lahan tersebut sebagai miliknya” kata ketua STR Kecamatan Rupat, Sugianto, di Bengkalis, Jumat (10/8/2012).

Menurut Sugianto, pihaknya sudah menemukan berkali-kali keberadaan dan aktivitas alat berat PT. SRL di lokasi konflik. Menurut laporan masyarakat, perusahaan sudah melakukan aktivitas penebangan pohon.

Kemarin, 10 Agustus 2012, ratusan petani Rupat melakukan aksi sweeping di lahan sengketa. Alhasil, petani mendapati dua eskavator PT. SRL sedang berada di lahan tersebut. Karena kesal, warga pun akhirnya menahan eskavator ini.

Dua eskavator kemudian dibawa oleh massa ke perkampungan. “Kami hanya mau mengamankan. Sekaligus ini peringatan terhadap perusahaan yang sengaja mengangkangi keputusan kepolisian,” kata Sugianto.

Namun, upaya warga ini mengundang kedatangan 100-an anggota kepolisian. Bahkan ada 30 anggota Brimob yang juga didatangkan. Terjadi negosisasi antara pihak kepolisian dan warga terkai kedua alat berat itu.

Menurut Sugianto, pihak kepolisian yang datang sempat menebar ancaman. “Kasatreskrim sempat menantang warga untuk duel. Untuk warga tidak terprovokasi,” katanya.

Konflik antara warga Rupat dan PT.SRL sudah berlangsung warga. Ini dipicu oleh perampasan lahan rakyat oleh pihak PT. SRL. Warga mengklaim, mereka sudah mengusai lahan itu secara turun temurun. Namun, tiba-tiba pihak PT. SRL menganggap lahan itu sebagai bagian dari areal konsesinya.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut