Petani Pulau Padang ‘Duduki’ Kantor Bupati Kepulauan Meranti

KEPULAUAN MERANTI (BO): Sedikitnya 500-an petani dari Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau, menggelar ‘aksi pendudukan’ kantor Bupati setempat, Senin (6/2/2012). Mereka menuntut agar Pulau Padang dikeluarkan dari areal konsesi hutan tanaman industri PT. Riau Andalan Pulp and Paper.

Para petani memulai aksinya sekitar pukul 15.00 WIB. Di depan kantor Bupati, mereka langsung membangun 7 tenda untuk persiapan menginap. “Kita akan menginap di sini hingga Bupati keluarkan surat rekomndasi revisi SK Menhut nomor 327/2009,” kata Muhammad Riduan, jubir aksi Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang (FKM-PPP).

Massa petani juga sempat menggelar orasi sebentar. Namun, sesaat setelah petani tiba di kantor Bupati, seratusan aparat kepolisian langsung melakukan penggeledahan. Polisi memeriksa tas dan barang petani satu per satu.

“Mereka khawatir petani membawa senjata tajam. Padahal, aksi petani akan berlangsung damai,” kata Riduan.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir sudah mengeluarkan surat. Akan tetapi, surat yang dikeluarkan tersebut bukan surat rekomendasi revisi SK Menhut, melainkan surat pelimpahan persoalan ke Menhut di Jakarta.

Petani pun kecewa dengan surat tersebut. Pasalnya, surat yang ditunggu-tunggu, yakni surat rekomendasi revisi SK Menhut, tidak juga dikeluarkan oleh Bupati. Padahal, sudah ada surat dukungan resmi dari DPRD Kepulauan Meranti.

Marah Premanisme Pegawai Menhut Di Jakarta

Sementara itu, begitu menjelang pukul 16.00 WIB, petani Pulau Padang mendapat kabar tentang pembubaran paksa aksi delegasi petani Pulau Padang oleh 800-an pegawai Kemenhut.

Tindakan premanisme pegawai Menhut tersebut, kata Muhamad Riduan, memicu kemarahan rakyat Pulau Padang. Akibatnya, besok pagi, diperkirakan akan datang tambahan massa yang lebih besar dari Pulau Padang.

“Tindakan Menhut sudah tidak bisa ditolerir. Mereka terlalu arogan terhadap rakyat Pulau padang,” kata Riduan.

Menurut Riduan, rakyat Pulau Padang mengutuk keras tindakan Menhut mengerahkan 800-an pegawainya untuk membubarkan paksa aksi petani Pulau Padang.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut