Petani Pesisir Barat Kecewa Dengan Sikap Pemkab Dukung PT KCMU

Menindaklanjuti hasil hearing pada aksi massa ribuan petani plasma sawit di Pemkab Pesisir Barat yang menolak MoU sepihak, rabu (24/9) lalu, perwakilan petani yang tergabung dalam organisasi Persatuan Tani Demokratik (PTD) bersama beberapa aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Senin (29/9/2014).

Sayangnya, kedatangan perwakilan petani ini harus menuai kekecewaan. Mereka hanya dipertemukan dengan Asisten I Pemkab Pesisir Barat, Jalalluddin. Sementara PJS Bupati Pesisir Barat, Kherlani, menolak berdialog dengan perwakilan petani. Tak hanya itu, dialog dengan perwakilan Pemkab juga tidak berbuah kesepakatan yang berpihak kepada hak kaum tani.

Rahmad, sekretaris PRD Lampung yang turut mendampingi petani, mengungkapkan bahwa perjuangan petani yang bermula sejak tahun 2010 ini sudah membawa hasil bagi kehidupan mereka, seperti bisa memanen dan menikmati hasil panen dari kebun sendiri.

“Dulu petani hanya bisa mendapat Rp 400 ribu per 3 bulan, sekarang mereka bisa mendapat Rp 1 juta per 20 hari. Kehidupan dan taraf kesejahteraan petani berangsur-angsur membaik,” kata Rahmad.

Sayangnya, kata Rahmad, Pemda Pesisir Barat justru meruntuhkan harapan para petani tersebut dengan membuat kesepakatan sepihak bersama PT. Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU). Padahal, menurut Rahmad, sejak tahun 1995 PT. KCMU telah menghisap dan merugikan para petani plasma.

Hal senada diungkapkan oleh salah seorang petani, Pak Buswan. Menurut dia, pihaknya sangat kecewa dengan sikap Pemda Pesisir Barat yang secara sepihak melanjutkan keberadaan PT. KCMU. “Kami sangat kecewa dan sedih melihat sikap pemerintah disini, yang sudah mengubur hati nuraninya, yang lebih suka membela pengusaha jahat, sepertinya kesejahteraan rakyat memang tidak pernah difikirkan,” ujarnya.

Beberapa hari sebelumnya, melalui media massa lokal Pj Bupati Pesisir Barat Kherlani mengklaim dirinya sudah sukses menuntaskan konflik agraria yang terjadi di wilayahnya melalui penyelenggaraan upacara simbolik penyerahan sertifikat pada perwakilan petani plasma dan penandatanganan MoU yang menyebutkan bahwa sertifikat lahan akan dikembalikan dengan syarat pelunasan utang-piutang yang masih tertanggung dan kerjasama perkebunan kembali dilanjutkan dengan PT KCMU.

Tak hanya itu, Kherlani juga menuding aksi massa yang dipimpin PRD pada tanggal 24 September yang lalu tidak sah karena jumlah massanya kurang dari 200 orang, sementara total petani sawit yang terlibat konflik ada sekitar 2000an.

Menanggapi hal itu, Isnan Subkhi selaku coordinator aksi mengatakan, Pjs Bupat Kherlani tidak berada di lokasi saat ribuan petani plasma menggelar aksinya di kantor Pemerintah Kabupaten.

“Ada banyak bukti baik dari rekaman rekan-rekan pers, kepolisian, mau pun TNI yang turut mengawal aksi hari itu. Dan ada pula absensi yang dibuat di lokasi aksi satu persatu menyebutkan bahwa total massa tani yang hadir jauh-jauh keluar kampungnya mendatangi Pemkab berjumlah lebih dari 1300 orang dengan menaiki ratusan kendaraan roda dua, puluhan truck dan mobil,” ungkap Isnan.

Sebaliknya, Isnan mengungkapkan, jumlah petani yang diklaim sebagai perwakilan petani saat penandatanganan MOU oleh Pemda dan PT. KCMU hanya berjumlah puluhan orang. “Dari sini sudah jelas, mana yang lebih legitimate dan mana yang palsu,” tegasnya.

Isnan juga mengungkapkan, para petani yang diklaim oleh Pemda tersebut juga merasa tertipu. Pasalnya, absensi yang mereka tanda-tangani saat pertemuan ternyata dimanipulasi menjadi semacam berkas dukungan terhadap MOU antara Bupati Kherlani dengan pihak PT. KCMU.

Isnan menegaskan, para petani plasma menyatakan menolak MOU sepihak tersebut dan berencana melakukan perlawanan untuk mencegah PT. KCMU menguasai kembali lahan milik petani.

Terkait sertifikat petani yang masih ditahan oleh pihak PT. KCMU, para petani akan terus memperjuangkan pengembaliannya. Petani mengaku mengantongi bukti dari pihak Bank pemberi modal bahwa utang-utang petani sudah lunas sejak Desember 2005.

Saddam Cahyo

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut