Petani Mesuji Bergabung Dengan Aksi Long March Petani Jambi

Petani Jambi-Mesuji

Setelah mengikuti sejumlah acara seremoni dan diskusi dengan petani register 45 Mesuji, hari ini (2/1/2013) petani Jambi melanjutkan aksi long-march menuju Istana Merdeka Jakarta.

Sebelum berangkat, petani register 45 Mesuji sempat menggelar seremoni pelepasan. Sedikitnya 150-an petani Register 45 Mesuji di desa persiapan Mergou Mulia, Kabupaten Mesuji, turut melepas keberangkatan petani Jambi.

Wondo, salah seorang petani Jambi peserta longmarch, menceritakan kisah haru saat pelepasan itu. “Saat pelepasan itu ada hujan rintik-rintik. Kami saling memeluk dan mengucapkan salam perpisahan. Persamaan nasib telah menyatukan kami. Banyak petani yang meneteskan air mata pertanda kuatnya ikatan batin dalam perjuangan kami,” kata Wondo.

Ketua Umum Serikat Tani Nasional Yoris Sindhu Sunarjan memberi sambutan singkat saat pelepasan. “Kami berterima kasih atas dukungan dan solidaritas petani Mesuji. Suntikan semangat dari kawan-kawan petani Mesuji akan menguatkan langkah kami untuk memperjuangkan tanah untuk rakyat dan penegakan pasal 33 UUD 1945,” ucapnya.

Perwakilan petani Mesuji dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) Lampung juga memberi sambutan singkat. Pada intinya, mereka menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan petani Jambi. Teriakan “Hidup Petani” mewarnai langkah petani Jambi meninggalkan desa Mergou Mulia.

Jumlah peserta longmarch bertambah menjadi 45 orang. Beberapa petani Mesuji dan ditambah aktivis PRD Lampung bergabung dalam aksi long-march kali ini. Bahkan, musisi reggae Dompak Redflag turut berjalan-kaki bersama petani.

Disambut rakyat di desa-desa

Menjelang siang hari, peserta aksi longmarch memasuki desa Sido Rukun, Kabupaten Mesuji. Ratusan petani desa Sido Rukun langsung menyambut petani di pinggir jalan.

Mereka melambaikan tangan seraya meneriakkan “Hidup Petani”. Tak hanya itu, warga desa Sido Rukun juga menyumbang 2 karung beras dan sejumlah dana untuk peserta long march.

Tak hanya itu, di sepanjang perjalanan, petani Jambi peserta long march ini juga menerima sumbangan berupa air mineral, mie instan, dan sejumlah uang.

Menurut rencana, petani peserta long march akan menginap di desa Bujuk, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang.

Petani Mesuji Siap Bergabung

Sementara itu, menurut informasi pengurus PRD Lampung, Ahmad Muslimin, petani Mesuji akan mendeklarasikan kesiapan bergabung dalam aksi long march petani Jambi pada hari Jumat (4/1/2013) mendatang.

“Petani register 45 Mesuji Lampung menyatakan dukungan dan siap bergabung dalam aksi long march petani Jambi. Mereka akan mengusung tuntutan enclave tanah ulayat Megou Pak di kawasan register 45 Mesuji,” kata Ahmad Muslimin.

Tak hanya itu, menurut Ahmad Muslimin, para petani peserta aksi long-march akan disambut secara adat oleh Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang di Rumah Adat Sesat Agung Tulang Bawang.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • dahsyat, petani jambi yang memilih aksi longmarch 1000 km itu memang hebat, mereka sudah menjadi pelopor yang menabur benih perlawanan disetiap jengkal jalanan yang dilaluinya.. rezim lalim harus tumbang ! sistem bobrok harus diganti ! jayalah sosialisme indonesia !