Petani Memulai Aksi Jalan Kaki Dari Jambi Ke Jakarta (1000 km)

Perjuangan petani Jambi akan menorehkan sejarah baru. Siang tadi, sekitar pukul 12.00 WIB, petani Jambi memulai aksi jalan kaki (long march) dari Jambi ke Jakarta untuk menuntut “Tanah untuk Rakyat”.

Sebanyak 80 petani berpartisipasi dalam aksi ini. Mereka berasal dari tiga tempat di Jambi, yakni Suku Anak Dalam (SAD) 113, petani Kunangan Jaya II (Batanghari), dan Mekar Jaya (Sarolangun).

Prosesi pelepasan peserta aksi jalan kaki 1000 km berlangsung di depan kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Jambi. Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN), Yoris Sindhu Sunarjan, memimpin prosesi pelepasan ini dan sekaligus akan memimpin langsung aksi jalan kaki.

Menurut Yoris, aksi long-march ini akan melalui sedikitnya 20-an kota/kabupaten di Indonesia dan melintasi beberapa provinsi, seperti Jambi, Sumsel, Lampung,  Banten, dan DKI Jakarta. “Kami memperkirakan aksi ini akan memakan waktu lebih dari satu bulan,” kata Yoris.

Dalam prosesi pelepasan tadi siang, perwakilan dari Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) turut menyampaikan dukungan dan solidaritas.

Para peserta aksi jalan kaki 1000 km ini mengenakan caping dan mengusung beberapa bendera merah-putih. Selain itu, mereka berbaris berbanjar dua kebelakang. Satu mobil pengangkut perlengkapan (P3K, tenda, pakaian, bahan makanan, dan selebaran) mengikuti barisan petani dari belakang.

Selain menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan lagu nasional, para petani juga membagi-bagikan selebaran kepada sejumlah penduduk di tiap kampung yang dilaluinya. “Ini merupakan bentuk kampanye kami agar petani di desa-desa yang kami lalui bisa mengetahui apa yang kami perjuangkan,” tutur Yoris.

Hingga berita ini diturunkan, rombongan petani sedang beristirahat di sebuah dusun yang berjarak puluhan kilometer dari perbatasan Jambi dan Sumatera Selatan. Hujan deras sempat mengguyur petani di sepanjang jalan. Rombongan petani akan kembali bergerak saat dini hari nanti.

Dukungan Terhadap Perjuangan Petani

Menurut rencana, begitu petani nanti memasuki wilayah Sumatera Selatan, sejumlah organisasi pergerakan akan melakukan penyambutan.

“Kami akan menyambut para pejuang petani di Kabupaten Banyuasin dan kemudian berjalan bersama-sama hingga ke Kabupaten Ogan Komering Ilir,” kata Ketua PRD Sumsel, Eka Subakti.

Menurut Eka, organisasi pergerakan di Sumsel sedang menggalang dukungan rakyat Sumsel seluas-luasnya untuk menyambut petani Jambi. “Bagi kami, apa yang diperjuangkan petani Jambi mewakili kepentingan umum petani Indonesia. Maka, wajib hukumnya mendukung perjuangan mereka,” tegasnya.

Penyambutan serupa juga akan dilakukan begitu petani memasuki wilayah Lampung. Aktivis PRD, LMND, SRMI, dan STN di Lampung sudah mempersiapkan prosesi penyambutan.

Dan, begitu petani tiba di Pelabuhan Merak, Banten, proses penyambutan juga akan dilakukan. “Kita berharap, siapapun yang mendukung perjuangan petani bisa bergabung dalam penyambutan di pelabuhan Merak. Nanti kita bersama-sama menuju ke Istana Negara,” kata Yoris.

Tuntutan Petani

Aksi jalan kaki sejauh 1000 kilometer ini mengusung empat tuntutan pokok:

Pertama, menuntut pemerintah segera melaksanakan pasal 33 UUD 1945.

Kedua, menuntut pemerintah melaksanakan UU Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960.

Ketiga, menuntut pengembalian tanah petani (Suku Anak Dalam, Kunangan Jaya II, dan Mekar Jaya) yang dirampas oleh perusahaan.

Keempat, menuntut pencopotan Menteri Kehutanan (Menhut) RI Zulkifli Hasan

Laporan: Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut