Petani Jambi Minta Gubernur Nyatakan ‘Darurat Agraria’

Sedikitnya 700-an petani Jambi dari empat Kabupaten, yakni Batanghari, Sarolangun, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur, mendatangi kantor Gubernur Jambi, Rabu (16/3/2016).

Para petani yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP 33 UUD 1945) ini meminta Gubernur Jambi yang baru, Zumi Zola, untuk segera menyatakan keadaan “darurat agraria” di Provinsi Jambi.

“Di Jambi ini ada banyak sekali konflik agraria yang melibatkan petani dengan perusahaan. Bahkan sebagian konflik itu sudah ada yang berpuluh tahun,” kata koordinator aksi, Joko Supriadinata, kepada berdikarionline.com di sela-sela aksi.

Joko mengungkapkan, konflik agraria telah menyebabkan petani kehilangan aksesnya terhadap tanah. Akibatnya, selama konflik itu tidak terlesaikan, nasib petani pun akan terkatung-katung tidak jelas.

Karena itu, kata Joko, dengan menyatakan “darurat agraria”, pemerintah Provinsi hingga Kabupaten bisa menjadikan penyelesaian konflik agraria ini sebagai salah satu prioritas kerja.

Selain itu, para petani mendesak Gubernur Zumi Zola segera membentuk Komite Penyelesaian Konflik Agraria yang bekerja berdasarkan amanat pasal 33 UUD 1945.

“Komite ini harus melibatkan pemerintah, lembaga atau badan yang terkait dengan agraria, serta organisasi-organisasi petani dan masyarakat adat. Dan Komite ini dipimpin langsung oleh Gubernur,” jelasnya.

Dalam aksi tersebut, para petani juga mendesak Gubernur untuk memperjuangkan pengembalian tanah ulayat milik Suku Anak Dalam (SAD) 113 seluas 3550 ha yang dirampas oleh PT Asiatic Persada.

Selain menggelar orasi-orasi, perwakilan petani diterima untuk berdialog dengan Asisten I Setda Provinsi Jambi, Kailani, SH, M.Hum. Pihak Asisten I berjanji akan menyampaikan tuntuan petani langsung ke Gubernur.

Usai menggelar aksi di kantor Gubernur, para petani kembali ke Pendopo kantor Gubernur. Ratusan petani ini akan menginap di Pendopo tersebut.

Besok pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, petani akan menggelar konferensi pers dan memulai aksi jalan kaki menuju Ibukota Republik Indonesia, Jakarta.

Rencananya, keberangkatan para petani ini secara seremonial akan dilepas langsung oleh Gubernur Jambi Zumi Zola.

Muhammad Idris

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut