Petani Jambi: Maju Terus Pantang Mundur!

Hujan rintik-rintik di sepanjang perjalanan tak menurunkan semangat 38 petani peserta aksi long-march Jambi-Jakarta (1000 km). Langkah petani tetap mantap menyusuri jalan sepanjang kecamatan Indralaya dan kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

“Kami sejak pagi tidak pernah ketemu sinar matahari. Di sini hujan rintik-rintik terus-menerus. Ya, mau diapa lagi, kondisi apapun harus kami terobos demi mencapai tujuan perjuangan,” kata Wondo, salah seorang petani peserta aksi long-march 1000 km.

Wondo mengungkapkan, untuk menyemangati sesama peserta aksi, mereka tak henti-hentinya menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Selain itu, petani juga terus meneriakkan yel-yel  “Tegakkan Pasal 33 UUD 1945” dan “Tanah Untuk Rakyat”.

Aksi long-march petani Jambi ini sudah memasuki hari ke-13. Salah seorang petani peserta aksi, Sunarto (40), tertabrak truk saat akan menaiki mobil komando. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit.

Selain itu, dua orang petani peserta aksi lainnya, yaitu Ngadiono (50) dan Wagian (55), mengalami demam tinggi. Keduanya pun harus beristirahat sementara.

Menurut korlap aksi, Andi Syaputra, hujan dan debu jalanan sangat mempengaruhi kondisi petani. Apalagi, para peserta aksi ini tidak punya masker dan peralatan kesehatan yang memadai.

Kami pantang mundur!  

Meski sudah memasuki hari ke-13, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan tetap bergeming. Pintu nurani sang Menteri tetap membantu ketika diperhadapkan dengan penderitaan kaum tani.

“Kalau Zulkifli Hasan tak mau mendengar kami, kami tidak akan menyerah. Kami akan tetap melanjutkan aksi hingga ke Jakarta. Dan disana kami akan memaksa Zulkifli Hasan untuk belajar mendengar rakyat,” kata Andi.

Ia juga mengingatkan, dengan berjalan kaki ribuan kilometer ke Jakarta, petani Jambi sedang menyemai perlawanan yang jauh lebih luas dan menghebat. “Kalau mereka tetap membatu, maka banjir bah perlawanan rakyat yang akan merobohkan mereka,” tegas Andi.

Saat ini, aksi long march petani Jambi masih di daerah Kabupaten Ogan Ilir. Jarak yang sudah ditempuh sudah melebihi 300-an kilometer. Namun, kapan mereka tiba di Jakarta, itu belum bisa dipastikan.

Di sepanjang perjalanan, kata Andi, dukungan rakyat cukup luas. Di Sumsel sendiri, sejumlah organisasi pergerakan dan organisasi politik turut memberikan dukungan langsung.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut