Petani Duduki Lahan Bekas HGU PT. Sahang

Ratusan petani dari tiga kampung, yaitu Padang Ratu, Surabaya dan Sendang Ayu, memasuki lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT. Sahang Bandar Lampung (SBL) dan menanam singkong di lokasi tersebut.

Tanah HGU ini sebelumnya adalah milik para petani. Menurut kronologi yang diceritakan warga, bahwa pada tahun 1970 tanah ini disewa oleh orang Jepang, yaitu PT. Sahang, dengan masa kontrak selama 25 tahun.

Pada tahun 1995, masa kontrak PT. Sahang seharusnya sudah berakhir dan lahan tersebut mestinya dikembalikan kepada petani. Namun, pihak PT. Sahang malah berencana memperpanjang HGU lahan tersebut.

Selain itu, pihak petani juga mendapati bahwa pihak pengusaha PT. Sahang, yaitu Winartha, telah menjual sebagaian lahan tersebut kepada beberapa orang petani penggarap.

Haji Anas misalnya, seorang petani yang mengaku membeli lahan dari Winartha, telah menguasai lahan tersebut seluas 40 Ha. Selain Haji Anas, ada pula beberapa orang petani lain, yaitu Poniman, Sabar, dan Sapon, yang juga menguasai lahan tersebut dalam jumlah lebih kecil.

Saat para petani melakukan aksi pendudukan, Haji Anas dan seorang anggota marinir yang mendampinginya sempat menyatakan keberatan. Ia menyatakan bahwa lahan tersebut sudah dibelinya dari pengusaha PT. Sahang dan lahan itupun berada di luar HGU.

Pernyataan itu dibantah oleh perwakilan petani, yang menyebutkan bahwa lahan tersebut masuk dalam kawasan HGU, yaitu PAL VII S/D XI sesuai dengan peta situasi Nomor 32/1984.

Perjuangan akan berlanjut

Partai Rakyat Demokratik (PRD), organisasi yang mendampingi dan memimpin perjuangan para petani, menegaskan akan terus memaksa pihak PT. Sahang segera mengembalikan lahan milik petani.

Sekretaris PRD Lampung Rahmad menjelaskan kepada Berdikari Online bahwa para petani akan mendirikan tenda dan akan terus melakukan penanaman singkong di lokasi HGU tersebut.

Para petani juga direncanakan akan bertemu dengan Haji Nasir, penyewa yang sudah menguasai 40 Ha lahan tersebut dan telah menanam sawit di atasnya, untuk membahas soal penggarapan.

Sementara lahan yang dikuasai dua orang penyewa lainnya, Azhari dan Bagio, akan panen dalam dua minggu ke depan, dan baru setelah itu para petani akan mulai bercocok tanam di lokasi tersebut.

Rahmad juga menyatakan bahwa pihak petani telah diundang oleh Bupati Lampung tengah untuk membahas penyesaian bekas HGU PT. Sahang tersebut.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut