Petani Duduki Kantor Bupati Lombok Timur

Ratusan massa Serikat Tani Nasional (STN) menduduki kantor Bupati Lombok Timur untuk mendesak penghentian Program Rehabilitasi Lahan Kritis oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Para petani merasa khawatir bahwa program reboisasi ini hanya akan membuat mereka tersingkir dari tanah yang sudah diduduki sejak jaman penjajahan Jepang ini.

Aksi pendudukan ini dilakukan sebagai cara untuk memaksa bupati segera melakukan negosiasi dengan masyarakat. Namun, saat petani sedang menggelar aksi di kantornya, Bupati Lombok Timur dikabarkan sedang berada di Jakarta.

Marmin, salah seorang pimpinan aksi ini, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur dari tuntutan sebelum pihak Bupati menemui mereka dan melakukan dialog terkait tuntutan para petani.

Aksi ini dilakukan sejak pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB, dan mendapat dukungan dari gerakan mahasiswa, yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Selain itu, para petani STN mendesak pemerintah Lombok dan Gubernur NTB untuk segera bersurat kepada Presiden dan Menhut agar lahan tidur di hutan ini diserahkan kepada petani dan digarap dengan produktif.

Konflik Agraria

Konflik ini muncul sejak keputusan Menteri Kehutanan, yaitu Surat SK Menhut Nomor :756/Kpts/Um/10/1982, yang mengklaim tanah hutan Sekaroh sebagai kawasan hutan lindung.

Namun, keputusan ini telah memicu konflik dengan masyarakat yang sudah mendiami kawasan itu sejak puluhan tahun. Dengan demikian, hutan ini sudah lama menjadi pemukiman dan lahan garapan.

Akibatnya, ketika pemerintah menjalankan reboisasi di kawasan hutan ini, para petani dan warga masyarakat sering menggelar aksi penolakan.

Terakhir, atas nama program “Green Nusa Tenggara Barat” untuk menghijaukan NTB, Pemda telah mengundang pihak Korea Selatan, yaitu Korea International Cooperation Agency (KOICA), untuk melakukan reboisasi dengan mengikuti model masyarakat pedesaan Korsel.

Pihak petani mendesak agar kawasan hutan ini dibagi menjadi tiga kawasan, yaitu Kawasan Hutan Lindung, Kawasan Penggembalaan dan Kawasan Produksi (lahan yang di kuasai rakyat tani secara kolektif).

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut