Pertemuan CELAC Hasilkan “Deklarasi Caracas”

Pertemuan 33 negara anggota Komunitas Amerika Latin dan Karibia (CELAC) menghasilkan kesepakatan bersejarah: Deklarasi Caracas. Dokumen yang disepakati Sabtu (3/12) itu menyepakati pembentukan komitmen integrasi regional melalui dialog dan berbagai perjanjian.

Paragraf ke-28 dokumen ini menetapkan bahwa CELAC, sebuah mekanisme dialog dan perjanjian yang mengumpulkan 33 negara, punya keinginan kuat untuk bersatu di tengah-tengah keragaman.

Juga, pada bagian lain, dikatakan bahwa ‘butuh untuk memperkuat kerjasama dan mengimplementasikan kebijakan sosial untuk mengurangi kesenjangan sosial domestik sehingga setiap negara punya kemamampuan untuk mencapai tujuan pembangunan millennium.”

Dokumen ini juga menyoroti perlunya sebuah blok regional baru “menjadi ruang yang mensahkan hak keberadaan, pelestarian, dan hidup berdampingan dengan semua budaya, ras, dan etnik yang menghuni negara-negara di kawasan ini, serta sifat multi-kultural dari rakyat kami.”

Di sini juga ada penghargaan terhadap hukum internasional, penentuan nasib rakyat, kedaulatan nasional, resolusi damai perbedaan, dan promosi dan perlindungan terhadap Hak Azasi Manusia (HAM).

Deklarasi Caracas juga menegaskan perlunya menyatukan upaya pembangunan regional berkelanjutan, untuk berkontribusi pada pembangunan pluripolar dan demokratik, adil dan seimbang, dunia yang damai, bebas dari kolonialisme dan pendudukan militer.

Dokumen ini diakhiri dengan seruan untuk melaksanakan pertemuan berikutnya di Chile pada tahun 2012: di Kuba tahun 2013, dan di Kosta Rika pada tahun 2014.

Selain itu, sejumlah relosusi khusus mengenai situasi di kawasan dan dunia, diantaranya: mempertahankan demokrasi di kawasan; mendukung posisi Argentina atas kedaulatannya di kepulauan Falkland; melawan blokade ekonomi dan keuangan yang dipaksakan Amerika Serikat terhadap Kuba; komitmen untuk kesejahteraan sosial, ketahanan pangan dan gizi; bergabung dalam posisi melawan spekulasi finansial dan votalitas harga pangan yang berlebihan; memperjuangkan hak azasi kaum imigran; pembangunan berkelanjutan untuk komunitas Karibia, dan solidaritas untuk Haiti.

Selain itu, mereka juga menyetujui pembangunan Paraguay tanpa pantai maritim; penghargaan terhadap koka sebagai warisan leluhur bangsa Bolivia dan Peru; mendukung proposal perubahan iklim Yasuni-ITT-CALC-CELAC; situasi darurat Amerika tengah akibat perubahan iklim daerah trofis; dan deklarasi tahun 2013 sebagai “tahun Quinua” (gandum Bolivia).

Hal lain yang disetujui adalah: dukungan untuk strategi keamanan Amerika tengah; penghapusan total senjata nuklir; dukungan untuk 20 tahun kontrol material nuklir Brazil-Argentina, ABAC; dukungan terhadap perjuangan melawan terorisme dalam bentuk apapun; dan perjuangan melawan perdagangan narkoba.

Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, yang turut berbicara dalam forum ini, mengusulkan perlunya kawasan ini berjuan melawan tirani ekonomi, politik, dan militer yang dipaksakan oleh imperialisme.

“Dengan berdirinya CELAC, kami mengharapkan Amerika latin dan Karibia tidak lagi menyuplai tentara dan teritori untuk menginvasi bangsa lain di kawasan ini, seperti Kuba dan Republik Dominika,” katanya.

Ortega juga mencatat perlunya proses penyatuan (uni), dan penting untuk mengambil pengalaman dari Uni Eropa. “Kita tidak boleh membiarkan CELAC takluk rayuan keuntungan pasar atau finansial, tapi kedaulatan kepentingan CELAC,” tegasnya.

Untuk memberi kekuatan kepada CELAC, pemimpin revolusi Sandinista ini juga mengusulkan agar potensi Petrocaribe; komunitas Karibia (Caricom); Uni bangsa Amerika Selatan (Unasur), Aliansi Bolivarian untuk rakyat Amerika latin (ALBA) harus disesuaikan dengan lahirnya Komunitas Amerika latin dan Karibia.

Sementara Presiden Venezuela Hugo Chavez mengusulkan perlunya penciptaan “area ekonomi”, sebuah arena ekonomi yang saling melengkapi, sebuah pendanaan, dan Bank Petrocaribe.

AVN Venezuela | Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut