Pertemuan ALBA Hasilkan Sejumlah Kemajuan

Pertemuan negara-negara anggota Alternatif Bolivarian untuk Rakyat Amerika (ALBA), yang berlangsung di Caracas, Ibukota Venezuela, menghasilkan sejumlah kesepakatan sangat penting untuk kemajuan kawasan itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung dua hari itu (5-6 Februari 2012), negara-negara ALBA bersepakat untuk memperkuat kedaulatan nasional dan hak rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri.

Selain itu, kesepakatan penting yang dicapai oleh pertemuan itu adalah pembentukan Dewan Keamanan ALBA.

Menurut Presiden Bolivia Evo Morales, salah seorang pengusul gagasan ini, pembentukan Dewan Keamanan ini dibasiskan pada kebutuhan membangun ‘doktrin militer baru’.

“Tentara harus melayani rakyat, bukan melayani imperialis,” kata Evo Morales.

Pertemuan ALBA juga menyepakati masuknya 3 anggota baru: dua anggota khusus (Suriname dan Saint Lucia) dan satu anggota penuh (Haiti).

“Ini adalah peristiwa yang menyenangkan dimana tiga negara anggota CARICOM telah meminta untuk menjadi anggota penuh ALBA,” ungkap Perdana Menteri  Saint Vincent dan Grenadines, Ralph Gonsalves, kepada AVN Venezuela.

Gonsalves juga memuji keputusan ALBA meninggalkan jalan neoliberalisme. Ia mengaku, ketika ia membaca program-program IMF, ia selalu tersenyum. “Mereka seperti dokter yang mengatakan operasi itu sudah sukses, tetapi ternyata sang pasien meninggal,” kata Gonsalves menyindir IMF.

Negara-negara ALBA juga setuju mengeluarkan pernyataan khusus untuk mengakui hak azasi bangsa Puerto Rico, yang saat ini masih dijajah AS, untuk menentukan nasib sendiri dan merdeka.

Selain itu, negara-negara ALBA juga setuju mengutuk serangan dan campur tangan barat terhadap Suriah. ALBA menganggap serangan barat sebagai upaya destabilisasi politik pemerintahan di Suriah.

ALBA juga membahas kemungkinan ketidakhadiran mereka di KTT Amerika di Kolombia. Pasalnya, dalam pertemuan yang disetir boneka AS tersebut, Kuba tidak diundang untuk hadir.

“Jika Kuba tidak diundang ke pertemuan KTT Amerika itu, maka kita juga berpikir untuk menghadiri pertemuan puncak itu,” kata Chavez kepada rekan-rekannya dari ALBA.

ALBA juga setuju membuat deklarasi khusus sebagai ungkapan penghormatan terhadap lima pejuang kuba, sering disebut Cuban five, yang sudah 13 tahun dipenjara oleh AS tanpa proses peradilan.

Menteri Luar Negeri ALBA juga bersepakat bertemu kembali di Havana, Kuba, untuk mendiskusikan dua masalah penting: blokade amerika utara terhadap Karibia dan provokasi imperialis Inggris di Kepulauan Malvinas.

Di akhir pertemuan, partai-partai politik dari negara anggota ALBA berkumpul untuk membicarakan pembentukan koordinator, yang akan bertugas memonitor sejumlah isu penting dan membahasnya.

Gerakan sosial dari negara ALBA juga berhasil membuat kesepakatan penting untuk membuat jaringan dan memperkuat kekuatan gerakan rakyat di kawasan tersebut.

KTT ke-12 ALBA direncanakan akan berlangsung di Dominika pada Agustus tahun ini.

RAYMOND SAMUEL | AVN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut