Personel Pink Floyd Bahas Victor Jara Dan Sengketa Kepulauan Falkland

Salah seorang personil Pink Floyd, Roger Waters, tampil dalam sebuah konser musik di Santiago. Kehadiran pemain bas dan vokalis Pink Floyd ini khusus untuk mengenang musisi revolusioner Chile, Victor Jara, dan seluruh korban kediktatoran militer Augusto Pinochet (1973-1990).

“Aku peruntukkan acara ini untuk mengenang Victor Jara dan seluruh korban kediktatoran, yang dihilangkan, maupun korban penyiksaan,” kata Roger di hadapan 50.000 penonton di stadion nasional Santiago.

Stadiun itu dulu menjadi saksi kekejian rejim Augusto Pinochet. Di tempat itulah Victor Jara dan sejumlah tahanan politik dibunuh oleh tentara Pinochet. Itu terjadi tanggal 16 September 1973.

Dalam konser itu, Roger menyanyikan sejumlah lagu klasik, seperti Run like Hell, Confortable Numb, dan Another Brick on The Wall.

Selain mengenang Victor Jara, Roger juga menyatakan dukungannya terhadap perjuangan mahasiswa Chile untuk pendidikan gratis.

Dukung Argentina Untuk Kepulauan Falkland

Berbicara kepada media di Chile, Roger Waters juga menyatakan dukungan terhadap klaim pemerintah Argentina terhadap kepulauan Falkland. Dengan tegas, pentolan Pink Floyd ini menyebut Kepulauan Falkland sebagai kepunyaan Argentina.

Roger, yang juga artis berkebangsaan Inggris, menyesalkan tindakan negerinya di kepulauan Falkland. Ia juga mengaku merasa malu dengan tindakan kolonialistik Inggris di masa lalu.

“Saya tidak bangga pada kenyataan bahwa 150 tahun yang lalu hingga sekarang, matahari tidak pernah terbenam di Inggris, dan bangsa kami telah keluar memperkosa dan menjarah sebanyak mungkin kekayaan bangsa lain…ini semacam imperialisme yang membuat saya tidak bangga,” kata Roger dengan cukup fasih.

Media Inggris pun heboh dengan komentar Roger tersebut. Apalagi, jurnalis Chile segera memposting hasil wawancaranya dengan Roger di Twitter.

Pink Floyd, band legendaris asal Inggris, pernah membahas sengketa kepulauan Falkland dalam album “The Final Cut” tahun 1983. Dalam lagu “The Post War Dream” ada lirik: “Oh Maggie, Maggie, what have we done?” Konon, kata-kata itu mengacu pada perintah Margareth Thatcher untuk menenggelamkan kapal perang Argentina, Belgrano, yang menewaskan 368 pelaut Argentina.

Komentar pedas Roger Waters ini menambah daftar artis yang menentang kolonialisme Inggris di kepulauan Falkland. Beberapa hari yang lalu, aktor Sean Penn melontarkan kecaman pedas terhadap Inggris terkait apa yang disebutnya “kolonialisme menggelikan dan kuno” di kepulauan Falkland.

Sean Penn sempat bertemu Presiden Argentina, Cristina Fernández. Sementara itu, pemerintah Argentina telah merespon aktivitas militer Inggris di kepulauan Falkland dengan memerintahkan 20 perusahaan besar Argentina menghentikan impor produk dari Inggris.

Cristina juga menyebut kehadiran Inggris di kepulauan Falkland sebagai “salah satu daerah kantong kolonialis yang masih tersisa di dunia.” Roger Waters sendiri berencana akan membuat konser di Argentina.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut