Person Of The Year 2011: Camila Vallejo Unggul Dari Bouazizi Dan Aung San Suu Kyi

Nama Camila Vallejo, pemimpin gerakan mahasiswa Chile, makin bersinar di berbagai penjuru dunia. Setelah dirinya muncul sebagai feature “person of the year” di majalah Time, Camila Vallejo kembali didaulat oleh pembaca majalah Guardian di Inggris sebagai manusia paling populer di tahun 2011.

Camila Vallejo mengumpulkan suara cukup mencolok: 78% suara. Ia mengalahkan tokoh yang dianggap pemicu revolusi Tunisia, Mohammed Bouazizi, yang hanya mengumpulkan 14,9%. Vallejo juga jauh mengungguli pemimpin pro-demokrasi Nyanmar, Aung San Suu Kyi, yang hanya mengumpulkan 0,8% suara.

Nama lainnya adalah Kanselir Jerman, Angela Merker, yang mengumpulkan 1,2% suara. Lalu, ada pula nama peraih nobel Kenya, Wangari Maathai, dengan 0,7% suara. Sedangkan Wael Ghonim, eksekutif pemasaran Google yang dianggap pahlawan revolusi Mesir, hanya mendapat 0,8% suara.

Pada November 2010, Camila Vallejo, yang baru berusia 23 tahun, terpilih sebagai Presiden Federasi Mahasiswa Universitas Chile (Fech). Saat itu, ia hanya dikenal oleh kalangan di dalam universitasnya. Namun, enam bulan kemudian, tepatnya Juni 2011, namanya langsung melejit tatkala memimpin protes besar-besaran mahasiswa.

Segera setelah itu nama Camila Vallejo mulai dikenal dunia. Ia diulas oleh banyak media massa, baik media arus utama maupun media alternatif, sebagai icon utama perlawanan anti-neoliberal di Chile. Sejumlah media arus utama di Indonesia juga pernah mengulas profilnya.

Camila Vallejo menjadi corong utama gerakan. Ia menjadi bagian dalam delegasi yang bertemu langsung dengan Presiden Brazil, Dilma Roussef. Ia juga mewakili gerakan mahasiswa Chile saat melakukan kunjungan ke eropa guna bertemu sejumlah pemimpin politik dan intelektual.

Di jejaring sosial, khususnya Twitter, Camila Vallejo juga sangat populer. Aku twitternya berhasil mengikat 355,000 followers.

Camila Vallejo, seorang pemimpin muda kharismatik, tidak pernah menyembunyikan statusnya sebagai pemuda komunis. Kepada media massa dan masyarakat luas, ia menyatakan “bangga sebagai komunis”. Chile, negara yang cukup lama dipengaruhi tradisi gerakan kiri, tidak terpengaruh oleh cap “komunis” yang ditempelkan kepada pemimpin gerakannya.

Sementara popularitas Camila Vallejo kian menanjak, maka nasib pemerintahan sayap kanan yang dilawannya justru kian merosot: Dulu, pemerintahan sayap kanan Sebastian Pinera mendapat kepercayaan publik hingga 60%. Tapi, sekarang ini, setelah serangkaian protes dan pemogokan mahasiswa, popularitasnya merosot menjadi 20%. Sedangkan gerakan mahasiswa mendapat dukungan dari 80% rakyat Chile.

IRA KUSUMAH

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut