Persatuan Rakyat Lampung Peringati Harkitnas

Sedikitnya 40-an aktivis mahasiswa dan rakyat menggelar aksi massa untuk memperingati Hari kebangkitan Nasional (Harkitnas) di bundaran tugu Adipura, Bandar Lampung, siang tadi (20/5).

Aksi dimulai sejak pukul 10.00 WIB melalui mimbar bebas. Pimpinan dari masing-masng organisasi dalam aliansi Persatuan Rakyat Lampung (PRL) memberikan orasinya.

Menurut Andi, koordinator aksi dan sekaligus ketua Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), peringatan Harkitnas tidak bisa dirayakan hanya dengan sekedar menggelar upacara bendera, tetapi yang lebih penting adalah merefleksikan kembali semangat kebangkitan nasional dan situasi penjajahan oleh imperialisme saat ini.

“Kita tidak bisa hanya dengan melakukan renungan, tapi harus terlibat langsung dalam perjuangan pembebasan nasional,” katanya.

Sementara itu, menurut Roby Weldan, ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Bandar Lampung, akibat penindasan neoliberal sekarang ini, bangsa Indonesia sudah berada dalam keterpurukan yang sangat luar-biasa.

“Hari ini adalah momentum kehancuran nasional, dimana kekayaan negeri ini yang melimpah ruah membentang sudah dikuasai oleh korporasi-korporasi raksasa bermodal besar milik asing,” kata Roby.

Sementara orator dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Subehan, menyoroti persoalan kemiskinan massif akibat proyek neoliberalisme di Indonesia. “Sekarang ini kemiskinan sudah sangat parah, tetapi pemerintah berusaha menutupinya dengan memanipulasi kriteria kemiskinan,” katanya.

Persoalan keterpurukan dunia pendidikan juga diangkat oleh demonstran, khususnya disampaikan oleh aktivis dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Menurut Nyoman Adi, ketua LMND Bandar Lampung, dunia pendidikan sekarang tidak lagi ditujukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi telah menjadi sarana untuk menggali keuntungan sebesar-besarnya.

Demonstrasi memperingati Harkitnas di Bandar Lampung ini ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut