Persatuan Rakyat Lampung Meriahkan Peringatan Hari Buruh Sedunia

Sedikitnya 300 orang berpartisipasi dalam peringatan Hari Buruh Sedunia di Bandar Lampung, kemarin (1/5). Mereka tergabung dalam aliansi bernama Persatuan Rakyat Lampung, yang menghimpun sedikitnya 33 organisasi massa, serikat buruh, LSM, dan partai politik.

Ratusan massa Persatuan Rakyat Lampung ini memula aksinya di depan Ramayana Departemen Store, lalu bergerak menuju ke pusat aksi di depan mall Kartini. Tidak henti-hetinya barisan massa aksi berhenti di setiap kerumunan massa, menyampaikan orasi sebentar, lalu melanjutkan kembali aksinya.

ketika di depan Gramedia, misalnya, berbagai organisasi dalam Persatuan Rakyat Lampung singgah untuk berorasi. Sementara massa sedang menggelar orasi-orasi, tiba-tiba datang 30-an massa Partai Rakyat Demokratik (PRD) dari Lampung Tengah untuk bergabung dengan massa.

Eko, dari KASBI lampung, menyatakan bahwa sudah saatnya rakyat Indonesia menyatukan kekuatan guna menggulingkan rejim SBY-Budiono. Ia menganjurkan agar pergerakan buruh Indonesia mengarah pada pergantian rejim dan pergantian sistem secara sekaligus.

Beberapa saat kemudian, Rahmat Husein, deputi politik PRD Lampung, tampil berorasi dan membakar semangat massa. Husein memang dikenal sebagai salah satu orator yang baik.

“Mereka yang menghendaki jaminan hidup layak, mau mewujudkan bangsa berdaulat dan mandiri, sudah seharusnya bersatu untuk melawan penghalang cita-cita mereka, yaitu rejim SBY-Budiono,” teriak Rahmat Husein dengan menggunakan pengeras suara.

Aksi massa yang digelar Persatuan Rakyat Lampung berlangsung cukup kreatif. Selain menggelar aksi teatrikal, puluhan buruh perempuan juga berjejer sambil memegang huruf-huruf yang terbaca: Lawan Imperialisme!

Ketika aksi tetrikal di mulai dengan diiringi musik perkusi, lagu kelas pekerja sedunia, Internasionale, pun bergema. Berikut petikan lagu kaum pekerja tersebut:

Bangunlah kaum jang terhina,
Bangunlah kaum jang lapar.
Kehendak jang mulja dalam dunia.
Senantiasa tambah besar.
Lenjapkan adat dan faham tua
kita Rakjat sadar-sadar.

Aksi Persatuan Rakyat Lampung ini juga diikuti oleh para pekerja jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Dalam aksi ini, Wakos Resa, yang mewakili AJI, menyampaikan sejumlah tuntutan pekerja jurnalis, diantaranya: jaminan keamanan kepada jurnalis; menolak praktik impunitas kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis; menuntut perusahaan media untuk memberikan upah layak kepada jurnalis.

Sementara Isnan Subkhi, yang mewakili Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi, mengeritik banyaknya pengangguran kaum terpelajar akibat praktek neoliberalisme selama puluhan tahun. “Jutaan pemuda Indonesia dibiarkan saling bersikutan berebut pekerjaan kasar karena pemerintah tidak pernah mau menjamin keterserapan tenaga kerja,” kata Isnan Subkhi.

Sesampainya di titik utama aksi, yaitu depan Mall Kartini, massa mulai berkumpul dan mendengarkan pembacaan pernyataan sikap. Koordinator umum Persatuan Rakyat Lampung, Deni Kurniawan, membacakan pernyataan sikap itu.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut