Perlawanan Rakyat Thailand Menyebar Luas

Kamis, 20 Mei 2010 | 14.12 WIB | Dunia Bergerak

BANGKOK, Berdikari Online: Kerusuhan menyebar luas di seluruh negeri sesaat setelah militer menggunakan kekerasan penuh untuk mengambil Ratchaprasong, pusat rally pendukung kaos merah, Rabu (19/5). Kota Bangkok berubah menjadi kepulan asap dari gedung-gedung dan kantor pemerintah yang dibakar oleh massa.

Dalam aksi penyerbuan kemarin, media lokal menyebutkan bahwa 3 orang aktivis kaos merah dan seorang wartawan Italia kembali tewas ditembak aparat militer. Selain itu, untuk menghindari kekejaman militer yang terus berlanjut, 7 orang pemimpin kaos merah menyerahkan diri di markas besar kepolisian.

Mereka yang menyerahkan diri adalah Jatuporn Prompan, Natthawut Saikua, Weng Tojirakarn, Wiphuthalaeeng Pattanaphumthai, Korkaew Phikulthong, Yosvaris Chuklom, dan Nisit Sinthuprai.

Meski begitu, perlawanan massa tidak terhenti dan malah berkembang luas. Massa membakar sejumlah gedung-gedung bisnis dan perkantoran milik pemerintah. Bursa Efek Bangkok menjadi sasaran pertama ketika massa bergerak mundur. Selain itu, Centre World, department store terbesar kedua di Asia Tenggara, juga hangus dibakar massa.

Massa juga membakar kantor Channel 3 TV, sehingga para karyawannya harus dievakuasi menggunakan helicopter.

Kerusuhan juga menyebar ke pedesaan utara dan bagian timur laut Thailand, tempat yang menjadi basis utama pendukung kaos merah. Media setempat melaporkan, bahwa massa membakar kantor-kantor pemerintah di Udon Thani dan merusak balai-kota di Khon Kaen.

Du Chiang Mai, kampung halaman perdana menteri terguling Thaksin Shinawatra, massa membakar rumah seorang petinggi militer yang berada di kompleks perumahan gubernur.

Ada teori yang menyebar luas mengatakan, “kekerasan militer telah menyebarkan kebencian luas di kalangan rakyat dan rakyat yang benci bersedia mengambil jalan gerilya”.

Dalam sebuah tayangan video di Facebook diperlihatkan bagaimana rakyat Thailand bahu-membahu membangun pertahanan berupan ban bekas dan barikade-barikade untuk menghalau militer. Ratusan pengendara motor telah menjadi pengangkut karung berisi pasir dan ban-ban bekas.

Disamping itu, video-video ini juga memperlihatkan bahwa perlawanan sudah menyebar luas di kalangan rakyat miskin dan menengah, tidak lagi sebatas pendukung kaos merah. Rakyat terlihat sudah siap melakukan perlawanan penuh dan berjangka panjang terhadap rejim Abhisit. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut