Perjuangkan Rakyat, Ketua Serikat Tani Riau Ditangkap

Praktek kriminalisasi aktivis pejuang rakyat kembali terjadi. Ketua Umum Serikat Tani Riau (STR), Muhamad Ridwan, ditangkap pihak Kepolisian, Minggu (3/2) malam.

Surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh Polres Bengkalis. Dalam surat itu disebutkan, Ridwan dianggap telah melakukan penghasutan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Kabar penangkapan Ridwan baru diketahui keluarganya, Senin  (4/2) sore. “Pihak keluarga baru tahu kalau Ridwan ditangkap Kepolisian sore tadi. Itupun setelah seorang petugas polisi mampir di rumah abang saya dan memberikan surat penangkapan Ridwan,” ujar Yahya, kakak kandung Ridwan, yang juga aktivis STR.

Penangkapan Ridwan tersebut menuai protes. Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Riau Bambang Aswandi menganggap penangkapan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi aktivis pejuang rakyat.

Menurutnya, selama ini Ridwan aktif membela dan memperjuangkan hak-hak rakyat. “Dia aktif membela petani Pulau Padang, Kepulauan Meranti, yang ditindas PT. RAPP. Selain itu, ia juga mengadvokasi kaum buruh di PT. EMP Malacca Strait, SA,” kata Bambang.

Bambang beranggapan, tindakan kepolisian yang mengkriminalkan perjuangan aktivis, termasuk Ridwan, adalah semata-mata untuk meredam perjuangan rakyat.

Selain itu, kata Bambang, alasan polisi menangkap Ridwan, yakni penghasutan dan perbuatan tidak menyenangkan, adalah pasal karet peninggalan kolonialisme.

“Ini kan sangat aneh kelihatannya. Bayangkan, orang memperjuangkan hak-haknya dianggap menghasut. Lalu, memprotes pengusaha yang menindas rakyat dianggap perbuatan tidak menyenangkan. Ini pasal karet yang harus segera dihapus,” ujar Bambang

Aksi Massa Di Kantor Polisi

Merespon penangkapan Ridwan, Bambang Aswendi menyatakan, PRD Riau dan sejumlah organisasi rakyat akan menggelar aksi massa di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Kamis (7/2).

“Ya, kami akan menggelar aksi di Mapolda Riau. Kami mengecam upaya mengkriminalkan aktivis. Selain itu, kami mendesak agar Ridwan segera dibebaskan,” ujar Bambang.

Sementara itu, di Jakarta, sejumlah organisasi rakyat, seperti PRD, STN, SRMI, FNPBI, LMND, dan FPPM berencana menggeruduk Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri). Mereka akan memprotes keterlibatan polisi dalam konflik agraria dan sering mengkriminalisasi pejuang petani.

Tak hanya itu, Kamis (7/2) mendatang, struktur PRD di beberapa daerah juga akan menggelar aksi solidaritas untuk mengecam kriminalisasi aktivis.

“Ini jelas bentuk kriminalisasi aktivis. Tujuannya, ya, untuk memukul mundur gerakan rakyat, khususnya yang saat ini sedang memperjuangkan keadilan agraria,” kata Ketua Umum PRD, Agus Jabo Priyono, di Jakarta, Senin (4/2).

Agus Jabo bilang, meluasnya perlawanan kaum tani menjadi ancaman tersendiri bagi pemilik modal, sehingga mereka meminta bantuan aparat keamanan.

“Tindakan kepolisian ini bisa dianggap bentuk keberpihakan terhadap kepentingan pengusaha. Padahal, dalam berbagai kasus, petani justru korban perampasan lahan,” katanya.

Karena itu, Agus Jabo menyerukan agar gerakan rakyat tetap kokoh dalam memperjuangkan pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • frandody

    Kami KPW PRD Jambi mengutuk keras
    tindakan aparat kepolisian Polres Bengkalis yang telah menangkap ketua umum Serikat Tani Riau M.Riduan. kami Intruksikan agar Pihak Kepolisian Bengkalis untuk segera membebaskan M.Riduan dan segera Hentikan kriminalisasi dan Intimidasi Terhadap Aktivis dan Petani Dalam Memperjuangkan Reforma agraria untuk terwujudnya UUD 1945 pasal 33 dan UUPA