Perjuangan Venezuela Produksi Ponsel Sendiri

Telekomunukasi merupakan aspek penting dalam masyarakat. Pemerintah Venezuela sangat memahami hal itu. Akan tetapi, demi peningkatan sarana komunikasi massal, pemerintah Venezuela tidak mau bergantung kepada negara lain.

Salah satunya dalam produksi telpon seluler (ponsel). Saat ini, pemerintah Venezuela sudah punya dua perusahaan ponsel: Vetelca dan Orinoquia. Menariknya, dua perusahaan ponsel milik negara itu berkembang atas sokongan perusahaan ponsel dari Tiongkok, ZTE dan Huawei.

Perusahaan Venezolana de Telecomunicationes (Vetelca), terletak di negara bagian Falcon, sudah memproduksi ponsel bernama ‘Vergatario’. Pada akhir tahun 2010, Vetelca sudah memproduksi 6000 ponsel per-hari.

Ponsel ‘Vergatario’ sudah dilengkapi dengan kamera, akses WAP internet, radio FM, MP3 player, MP4 player, dan Video. Meski begitu, harga ponsel ini sangatlah murah: hanya 15 dollar AS.

Nama ‘Vergatario’ diberikan oleh Presiden Hugo Chavez. Namun, pada awalnya, nama itu mengundang kontroversi. Vergatario berasal dari kata ‘Verga’, yang dalam ungkapan umum identik dengan ‘penis’. Akan tetapi, ‘Vergatario’ punya akar kata Spanyol yang sangat bagus: Terbaik!

Pada tahap awal, ponsel ini dijual dengan harga murah dan diprioritaskan kepada jubir-jubir Dewan Komunal. Kedepannya, seperti dijanjikan Chavez, ponsel ini akan dikembangkan agar lebih canggih dan elegan.

Vergetario juga dirancang untuk pengguna yang tidak melihat (buta). Pasalnya, di ponsel itu, tombol-tombolnya menggunakan sistem Braille. Makanya, ponsel Vergatario ini akan juga diprioritaskan kepada penyandang cacat.

Sebelumnya, perusahaan ponsel Venezuela lainnya, Orinoquia, juga sudah memproduksi ponsel. Uniknya, nama ponsel itu adalah BB atau dalam sebutan spanyol “be-be” (tapi tidak ada hubungannya dengan Blackberry). Harganya jualnya hanya 51 dollar AS.

Perusahaan ini juga sudah memproduksi ponsel kedua: Caribe. Harganya lebih murah dibanding BB, yakni cuma 37 dollar AS. Perusahaan ponsel Orinoquia sanggup memproduksi 2 juta ponsel pertahun.

Hampir semua ponsel itu dijual dan distribusikan oleh perusahaan negara, Movilnet. Pada tahun 2010, misalnya, sedikitnya 7 juta orang Venezuela membeli ponsel yang dibuat oleh perusahaan negara tersebut.

Pada tahun 2011, menurut catatan Movilnet, sedikitnya 15,88 juta ponsel terjual.

Lebih keren lagi, proses produksi ponsel di perusahaan negara Vetelca menggunakan model-model sosialistik. Hampir semua proses produksi, dari penggunaan tenaga kerja hingga manajemen, dikontrol oleh Dewan Komunal.

Selain itu, menariknya, di perusahaan seperti Vetelca, ada keterlibatan perusahaan China dalam kepemilikan saham: Venezuela menguasai 85% dan perusahaan Tiongkok ZTE memiliki 15%.

Chavez sangat yakin, dengan keberhasilan memproduksi ponsel sendiri, Venezuela bisa memperkuat revolusi teknologi informasinya. Sekaligus, dengan kemajuan teknologi itu, Venezuela menjadi terbebas dari ketergantungan terhadap imperialis.

Begitulah, Chavez dengan nada berkelakar mengatakan: “Ponsel ini tidak hanya penjualan terbesarnya di Venezuela, tapi di seluruh dunia.” Bravo Sosialisme!

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut