Peringati HUT Ke-68, PMKRI Ingatkan Pemerintahan Jokowi-JK

Hari Minggu (25/5/2015) malam, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) memperingati HUT yang ke-68 di Margasiswa I, Jalan Dr Sam Ratulangi, Jakarta Pusat.

Peringatan yang berlangsung sederhana dihadiri perwakilan berbagai organisasi pergerakan mahasiswa, seperti GMNI, HMI, HMI-MPO, PMII, GMKI, IMM, KMHDI, LMND, Hikmahbudhi, IPNU, Pemuda Hanura, dan lain-lain.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh para alumnus PMKRI dan pengurus PMKRI se-Jabotabek. Hadir pula Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Wijayanto.

Dalam pidatonya, Ketua Umum PMKRI Lidya Natalia Sartono mengatakan, PMKRI dalam usianya yang sudah 68 tahun telah turut mewarnai perjalanan dan perjuangan bangsa ini.

“Ungkapan menjadi 100 persen katolik dan 100 persen Indonesia atau yang oleh PMKRI disebut Pro Ecclesia et Patria menjadi nyata dalam aktifitas organisasi kami,” katanya.

Ia mengingatkan, PMKRI harus menarik suri-tauladan kepada para pendirinya, seperti Mgr. Soegiopranata, IJ. Kasimo, Frans Seda, Cris Siner Keytimu, yang berkontribusi besar secara gagasan dan tenaga bagi Republik ini.

Dalam pidatonya Lidya juga menyinggung kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini. “Seluruh sendi kehidupan bernegara dan berbangsa kita rapuh: ketidakpastian hukum, kondisi ekonomi yang carut-marut, masalah pendidikan, problem sosial dan keagamaan, situasi politik yang sering tidak stabil, penuntasan kasus pelanggaran HAM, dan korupsi semakin menjamur,” tuturnya.

Sayangnya, kata dia, berbagai persoalan itu masih terus mendera hingga 7 bulan usia pemerintahan Jokowi-JK saat ini. Karena itu, dia mengingatkan agar Jokowi-JK konsisten untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini.

“Bapak presiden Jokowi, pada kesempatan ini hendak kami ingatkan bahwa roh bangsa ini  adalah Pancasila dan UUD 1947, patokan dalam urusan penyelenggaraan negara kita adalah pancasil dan kami begitu yakin bahwa hanya dengan pancasila penyakit kronis bangsa ini bisa disembuhkan,” tegasnya.

Peringatan HUT PMKRI ke-68 mengambil tema “Kita Tidak Dilahirkan Untuk Diri Kita Sendiri.” Tema ini sebagai penanda tugas gerakan mahasiswa, termasuk PMKRI, untuk terus berjuang bagi bangsa dan kemanusiaan.

Acara HUT PMKRI ini juga diselingi dengan pesan solidaritas berbagai organisasi pergerakan mahasiswa. Mereka mengapresiasi kontribusi PMKRI dalam mewarnai perjuangan bangsa Indonesia sejak tahun 1947 hingga sekarang ini.

Dalam pesan solidaritasnya Sekretaris Jenderal LMND, Hendrik Kurniawan, mengajak PMKRI dan organisasi pergerakan mahasiswa lainnya untuk bersatu-padu melawan imperialisme yang menjadi persoalan pokok bangsa Indonesia saat ini.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut