Peringati Harkitnas, Demonstran Turunkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang

Kamis, 20 Mei 2010 | 21.49 WIB | Kabar Rakyat

Laporan: Ana Wahyuni

MAKASSAR, Berdikari Online: Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Makassar hari ini, Kamis (20/5), diwarnai penurunan bendera merah-putih sebagai simbol keterpurukan bangsa ini di bawah pemerintahan SBY-Budiono. Aksi ini dilakukan di bawah Fly Over Tol Reformasi Makassar.

Dalam pernyataan sikapnya, FRAKSI yang merupakan terdiri dari PRD, LMND, SRMI, FNPBI, Formakar, GMKI, PMKRI, BEM STIE Makassar, PMII, dan Jaker menganggap SBY-Budiono gagal menjaga kedaulatan nasional bangsa Indonesia.

Menurut ketua PRD Makassar Arham, neoliberalisme yang dipraktekkan SBY dalam dua periode jabatannya, merupakan jubah baru dari proses re-kolonialisme saat ini.

Pada hakikatnya, kata Arham, proses rekolonialisme ini tidak hanya menggadaikan kedaulatan politik, tapi juga telah menyerahkan berbagai potensi nasional, diantaranya sumber daya alam, tenaga kerja, dan pasar, untuk kepentingan negara-negara imperialis dan perusahaan multi-nasional.

Dampak neoliberalisme itu, menurut dia, tidak hanya menghasilkan kemiskinan, pembodohan, dan keterbelakangan, tapi juga menghasilkan manusia-manusia yang secara mentalitas seperti manusia jajahan atau bangsa terperintah.

Untuk itu, dalam peringatan kebangkitan nasional, PRD mengajak seluruh tenaga-tenaga nasional yang anti-neoliberal dan anti-imperialis untuk mendirikan persatuan nasional. “Kalangan neoliberal dan antek penjajah sudah mendirikan sekretariat gabungan (Setgab) partai koalisi, maka gerakan rakyat harus segera membangun secretariat persatuan nasional pula,” tegasnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut