Peringati Hari Tani, Ratusan Petani Lampung Datangi kantor Gubernur

aksi petani lampung

Sekitar 500-an petani, rakyat miskin dan mahasiswa Lampung menggelar aksi massa memperingati Hari tani Nasional (HTN) di Kantor Bulog dan kantor Gubernur lampung, Senin (24/9).

Ratusan petani ini sebagian besar berasal dari kawasan Register 45 Mesuji, Petani Lampung Timur, petani Sendang Ayu, dan petani Padang Ratu Lampung.

Massa memulai aksinya dari Tugu Adipura dengan melakukan long march sejauh 4 Kilometer menuju Kantor Bulog dan kantor Gubernur Lampung.

Rahmad Husein, yang juga aktivis Partai Rakyat Demokratik, mengatakan bahwa  pemerintah selama ini tidak pernah mengacu kepada amanat konstitusi Pasal 33 UUD 1945, dalam merumuskan kebijakan pangan nasional.

Menurutnya, kebijakan liberalisasi mpor pangan mematikan produksi pertanian lokal. Selain itu pemerintah tidak pernah membangun infrastruktur yang mendukung produktifitas petani, seperti, modal, Kredit, irigasi, dan teknologi.

Selanjutnya, Rahmad mengungkapkan bahwa konflik lahan yang terjadi di Lampung tergolong besar dan termasuk peringkat pertama. Banyaknya kasus konflik agraria yang terjadi di Lampung menandakan bahwa pemerintah gagal menjamin peruntukan tanah untuk rakyat.

Dalam aksinya, massa dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel perjuangan. Mereka juga  membawa poster yang berisi tuntutan dan wayang-wayang yang menggambarkan kehidupan petani.

Sementara itu dihari yang sama, ratusan petani Lampung Barat juga menggelar aksi di kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Mereka datang untuk menagih janji Bupati Mukhlis Basri yang pernah menjanjikan para petani untuk memulangkan sertifikat petani Plasma yang kini berada di PT. Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU).

Togar Harahap

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut