Peringati Hari Sumpah Pemuda, GNP 33 Sulsel Tolak kenaikan Harga BBM

Aksi puluhan pemuda dari GNP 33 UUD 1945 Sulsel menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi di bawah jembatan flyover Makassar, Selasa (28/10/2014).

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (28/10/2014), Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 (GNP 33) UUD 1945 menggelar aksi massa menentang rencana pemerintahan Jokowi-JK yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter yang akan diberlakukan 1 November 2014 nanti.

Aksi massa tersebut digelar di bawah jembatan Flyover Kota Makassar. Secara bergantian, para massa aksi menggelar orasi-orasi politik.

Menurut Koordinator Aksi, M. Asrul, kenaikan harga BBM akan menambah kesulitan pada masyarakat. “Saat ini BBM merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat selain pangan, sandang dan papan. Dengan naiknya harga BBM maka akan berdampak pada naiknya harga produksi, harga-harga barang, dan harga kebutuhan pokok, dll,”Katanya.

Asrul menambahkan, bahwa alasan pemerintah yang selama ini mengatakan subsidi BBM terlalu membebani APBN, sehingga perlu untuk dikurangi adalah hal yang tidak tepat. “Subsidi BBM bukan satu-satunya pos belanja APBN. Masih ada pos belanja yang sangat boros dan merugikan negara, seperti belanja rutin birokrasi, gaji pegawai yang cukup tinggi dan pembayaran cicilan bunga utang luar negeri,” tambahnya.

Selain menuntut kenaikan harga BBM bersubsidi, GNP 33 juga menuntut pencabutan UU No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas. Menuntut Nasionalisasi Industri tambang asing, penghapusan utang luar negeri, Bangun industri Nasional. Dan juga menolak anggota kabinet menteri yang terlibat kasus korupsi. Sebagai Solusi, puluhan pemuda tersebut meminta agar pemerintahan Jokowi-JK melaksanakan Pasal 33 UUD 1945.

Di akhir aksinya, massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan: GNP 33 UUD 1945 Menolak Kenaikan harga BBM dan Tegakkan Pasal 33 UUD 1945 di atas jembatan Flyover Makassar.

Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 Sulawesi Selatan terdiri dari: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Partai Rakyat Demokratik (PRD), dan Pemuda Pelajar Nasional Indonesia (PENA).

Qolbu Fitrah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut