Peringati Hari Lahir Pancasila, Mahasiswa Ambon Tolak Kenaikan TDL dan BBM

Selasa, 1 Juni 2010 | 23.15 WIB | Kabar Rakyat

AMBON, Berdikari Online: Memperingati hari lahir Pancasila, 1 Juni 1945, tidak hanya dalam bentuk seremonial, tapi juga melalui aksi massa menuntut. Seperti di Ambon, Maluku, sedikitnya 80 orang aktivis dari Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) memperingati hari lahirnya Pancasila dengan melakukan aksi massa menuntut di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (1/6).

Dalam aksi itu, GERAM yang merupakan gabungan dari LMND, GMNI, Pembebasan, dan FPLR menyatakan penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga TDL dan menghapus subsidi BBM. Mereka menilai tindakan itu sebagai anti-pancasila dan anti-rakyat.

Menurut Nuzul Lulang, ketua LMND Maluku, kebijakan menaikkan TDL dan menghapus subsidi BBM merupakan pembuktian nyata karakter neoliberal pemerintahan SBY-Budiono. “Tidak ada lagi alasan bagi SBY-Budiono mengelak. Mereka jelas pro-neoliberal,” ujarnya.

Disamping tuntutan di atas, GERAM juga membawa beberapa tuntutan lokal seperti penghapusan Perda yang merugikan rakyat, penolakan terhadap berbagai penggusuran tanpa relokasi yang layak, penolakan pembatasan jalur becak, pembayaran tunggakan gaji guru, dan penolakan kenaikan retribusi angkutan kota (angkot). (Ulf)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut