Peringatan Hari Buruh Sedunia 2011 Di Sejumlah Daerah

Peringatan Hari Buruh Sedunia berlangsung di berbagai daerah. Meski warna bendera mereka warna-warni, tetapi secara umum gerakan buruh membawa tuntutan-tuntutan yang sama: menolak agenda neoliberalisme.

Di Maluku Utara, aksi Hari Buruh Sedunia digelar oleh Serikat Peduli Masyarakat Lingkar Tambang (SPMLT), yang secara khusus mengangkat soal kesejahteraan buruh dan dampak buruk keberadaan perusahaan asing.

“Hingga saat ini negara tidak pernah memberikan jaminan apapun terhadap kaum pekerja yang ada di indonesia dan secara khususnya yang ada di Maluku Utara” kara Saiful La Ode Pia, ketua LMND Kota Ternate.

Aksi ini melibatkan sedikitnya 14 organisasi massa kaum pergerakan yang berada di Maluku Utara.

Di purwekerto, aksi massa digelar oleh ratusan anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan puluhan massa Front Perjuangan Rakyat (FPR). Aksi massa dipusatkan di alun-alu kota Purwokerto.

Isu utama yang diangkat dalam aksi ini adalah penolakan terhadap sistim kerja kontrak dan outsourcing, tuntutan kenaikan upah, perlindungan bagi buruh migran, dan pemberian layanan kesehatan gratis untuk rakyat.

Dalam aksinya, massa SRMI dan FPR melepas balon ke udara, sebagai pertanda bagaimana kaum buruh menggantungkan mimpi setinggi-tingginya dan menginginkan kenaikan upah.

Di Makassar, ribuan buruh melakukan konvoi dengan kendaraan dan berniat menggelar aksi di Bandara Hasanuddin Makassar. Massa buruh ini tergabung dalam Front Oposisi Rakyat Indonesia (FORI).

Upaya mereka untuk menggelar aksi di Bandara Hasanuddin gagal karena dihadang oleh barikade kepolisian. Aksi ini sempat diwarnai dorong-dorongan antara kaum buruh dengan pihak kepolisian.

Di Jogjakarta, ribuan buruh dari Persatuan Perlawanan Rakyat Indonesia (PPRI) juga menggelar aksi memperingati Hari Buruh Sedunia. Aksi dipusatkan di depan Gedung Agung Yogyakarta.

Isu utama yang diangkat oleh penolakan terhadap sistim kerja kontak dan outsourcing. Dalam aksi itu, massa membakar boneka babi di titik nol Jogjakarta.

Di Semarang, peringatan Hari Buruh sedunia juga dilakukan oleh berbagai kelompok seperti Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Aliansi Perjuangan Buruh.

Aksi yang dilakukan oleh SPN disertai dengan kehadiran kelompok kesenian tradisional, jatilan dan tokoh punakawan sebagai maskot aksi. Sedangkan Aliansi Perjuangan Buruh menggelar aksinya di Jalan Pahlawan Semarang dan Terminal.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut