Peringatan Hari AIDS Se-dunia Di Surabaya

Ratusan mahasiswa dan rakyat miskin, termasuk waria, menggelar aksi untuk memperingati Hari AIDS se-dunia hari ini dengan membagi-bagikan bungan mawar berwarna merah kepada para pengguna jalan.

Aksi pertama dilakukan oleh Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) bersama dengan Gerakan Waria Indonesia. Mereka memulai aksinya dengan berorasi sambil membagi-bagikan bunga kepada pengendara motor.

Sore harinya, massa dari Front Mahasiswa Peduli HIV AIDS menggelar aksi serupa di Kantor DPRD Jawa Timur. Mereka merupakan gabungan dari berbagai organisasi mahasiswa, seperti UBHARA, UWK, MAPANSA, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Demonstran menyuarakan penentangan terhadap monopoli obat-obatan oleh korporasi farmasi dunia, yang mana telah menggunakan WTO untuk menerapkan TRIPS (Trade-Related Aspects of Intellectual Property).

Massa juga mendesak agar Pemerintah bisa bertindak lebih pro-aktif untuk menanggulangi bahaya penyakit HIV-AIDS.

Dalam tuntutan yang dibacakan saat aksi, massa juga menyatakan penolakan terhadap Perda Nomor 5 tahun 2004 tentang Penanggulangan dan rehabilitasi pengidap HIV AIDS.

Humas aksi ini, Moelyadi, dari LMND, menegaskan bahwa persoalan penyakit AIDS sangat melekat dengan persoalan mendasar rakyat Indonesia sekarang ini, yaitu masalah kemiskinan.

Karena faktor kemiskinan, ungkap Moelyadi, orang miskin sangat rentan terhadap bahaya HIV AIDS karena tidak mempunyai kemampuan membeli obat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut