Peringatan Hardiknas Diwarnai Kekerasan

Aksi massa damai mahasiswa Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat memperingati Hardiknas, kemarin (2/5) berakhir bentrok.

Sejak awal, aksi mahasiswa ini sudah dipanas-panasi oleh sejumlah oknum yang tidak jelas. Ketika mereka baru menggelar aksi, seorang berpakaian Korpri tiba-tiba masuk ke tengah barisan dan mengeluarkan makian.

Seorang mahasiswa bernama Riyan berusaha meladeni orang tersebut. Namun usahanya berhasil dihentikan oleh sesama peserta aksi dan anggota Polisi.

Lalu, saat sejumlah perwakilan organisasi menyampaikan orasi, tiba-tiba datang lagi seorang yang mengaku punya adik sedang mengikuti aksi. Orang tersebut marah-marah dan hendak memaksa massa aksi membubarkan. Provokasi itu berhasil membuat seorang aktivis FMP bernama Saleh.

Saat Saleh berusaha memukul orang tersebut, tetapi keburu diserbu dan dipukuli oleh anggota intel dan Polisi. Polisi pun punya legitimasi untuk membubarkan aksi ini.

Dua orang di tangkap dalam aksi itu: Saleh (FMP) dan Johansyah (SMI). Sedang dua orang aktivis LMND, Agus dan Onay, mendapat perlakuan kasar dari pihak kepolisian.

Mahasiswa Tuban Dilarang Aksi Di dalam kampus

Sementara itu, aksi mahasiswa untuk memperingati Hardiknas di Tuban, Jawa Timur, mendapat intimidasi. Pada mulanya enam orang anggota LMND Universitas PGRI Ronggolawe hendak menggelar aksi di kampusnya.

Tak disangka-sangka, rencana aksi itu direspon secara berlebihan oleh pihak Rektorat Universitas PGRI Ronggolawe, dengan mendatangkan aparat kepolisian ke kampus.

Mahasiswa pun dilarang menggelar aksi mimbar bebas di kampus dan lalu diusir keluar kampus.

Tidak bisa menggelar aksi di kampus, keenam aktivis LMND ini lalu menggelar aksinya ke kantor Pemkab Tuban. Mereka melakukan longmarch selama 45 menit.

Sesampainya di kantor Pemkab, mereka dihadang oleh Polisi dan Satpol PP. Pihak Pemkab pun menolak untuk menemui mereka karena alasan tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya. Karena kecewa dengan sikap Pemkab, keenam aktivis LMND ini memilih tidur di tengah jalan selama beberapa menit.

Mahasiswa LMND mengakhiri aksinya dengan membakar poster-poster.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • wawan

    hal yg sama juga di alami oleh LMND komisariat STKIP bima,mereka sama sekali di larang,untuk segala aktivitas LMND dalam mmperjuangkan hak2 mahsiswa,bukan polisi yg di jadikaN PREMAN penghadang,justru organisasi internal kampus ”mapala& GONG” yg di jadikan alat oleh kampus.pedang,parang,senjata rakitan telah di siapkan di masing2 sekret mereka.