Perempuan Harus Punya Pengetahuan Politik

Untuk terlibat dalam perjuangan politik, atau menjadi manusia politik, kaum perempuan harus memiliki pengetahuan politik yang mendalam.

“Dengan pengetahuan politik, kaum perempuan akan tahu cara memperjuangkan hak-haknya,” kata pengurus Dewan Pimpinan Pusat Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini, Wahida Baharuddin Upa, saat Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh API Kartini DKI Jakarta, Minggu (17/9/2017).

Menurutnya, pengetahuan politik ibarat pisau untuk membedah berbagai persoalan yang dialami masyarakat, termasuk perempuan, sekaligus menemukan jalan penyelesainnya.

Di tempat yang sama, pengurus DPP API Kartini lainnya, Rini Hartono, menyampaikan perlunya pendidikan politik bagi kaum perempuan.

“Politik merupakan sebuah wilayah yang sangat berkait dengan kehidupan perempuan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, berbagai kebijakan yang berdampak pada kehidupan perempuan, dari rumah tangga hingga ruang publik, dilahirkan dari sebuah ruang bernama politik.

“Apa yang dirasakan perempuan hari ini, seperti harga elpiji, BBM, sembako, sewa rusun, dan lain-lain, itu semua lahir dari kebijakan politik,” paparnya.

Masalahnya, kata dia, keterwakilan atau jumlah politisi perempuan dalam politik masih sangat minim. Di parlemen atau DPR, jumlahnya Cuma 17 persen. Begitu juga dengan jabatan eksekutif dari pusat hingga daerah.

Akibatnya, tegas dia, banyak kebijakan politik tidak menguntungkan kaum perempuan. Mengutip temuan Komnas Perempuan, sepanjang 2009 hingga 2016, ada 421 kebijakan pemerintah daerah yang mendiskriminasi perempuan.

Karena itu, jelas dia, API Kartini berkepentingan untuk mendorong maju kesadaran politik dan partisipasi politik kaum perempuan.

Selain di Jakarta, API Kartini juga menggelar pendidikan politik di berbagai daerah, seperti Sulawesi Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan lain-lain.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut