Perdebatan Pemimpin Dunia Di Pertemuan Tinggi PBB Soal MDGs

New York: Para pemimpin dunia dalam pertemuan tingkat tinggi PBB mengenai Millennium Development Goals (MDGs) pada hari Selasa menyampaikan tekad bulat untuk mencapai target MDGs pada tahun 2015.

Pada pertemuan tingkat tinggi itu, yang sudah memasuki hari kedua pada hari Selasa, seorang pembicara dari forum telah mengekpresikan pandangannya tentang bagimana menghapus kemiskinan, target utama utama MDGs dari delapan target.

Banyak yang melihat kemajuan, banyak pula yang melihat kemunduran. Banyak melihat kegagalan dikarenakan faktor kesalahan pendekatan bangsa itu sendiri, ada pula yang melihat kesalahan karena pengaruh dari luar.

Hampir 140 kepala negara dan pemerintahan ambil bagian dalam pertemuan internasional ini, untuk melihat kembali  manfaat dan ketimpangan dalam upaya dunia untuk mencapai MDGs, yang diciptakan pada tahun 2000 dan diperkirakan akan tuntas pada tahun 2015. Dua sesi interaktif di forum meja bundar diadakan di sela-sela perdebatan pada hari selasa.

Puluhan pembicara, termasuk Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Grenada Tillman Thomas berbicara di depan podium dan menyorot kebutuhan untuk mempercepat kemajuan dalam pencapaian delapan tujuan dalam memerangi kemiskinan dalam lima tahun yang tersisa.

Mereka tidaka hanya membahas mengenai mencapai target MDGs sebelum 2015, tetapi juga menyentuh soal bagaimana mewujudkannya.

Pada event lain di hari selasa, Sekjend PBB Ban Ki-Moon mengatakan, negara berkembang (LDCs) adalah “pusat darurat pembangunan”, meskipun ada kemajuan dalam pembangunan MDG,s yang mendesak. LDCs mewakili negara paling miskin dan dalam paling rentang terhadap kemiskinan.

“Ketidaksiapan infrastuktur transportasi dan kurangnya pemerataan supply energi mengurangi daya saing negara-negara ini”, kata Ban Ki-Moon, menambahkan “infrastruktur ekonomi dan pembangunan kapasitas produktif menjadi kunci untuk menghasilkan lapangan pekerjaan yang layak.”

Dalam bagian ini, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menuding kapitalisme global sebagai penyebab dari berbagai persoalan di dunia ketiga. Dia memprediksikan jatuhnya kapitalisme sekaligus menuding para pelaku utama bisnis tingkat global bertanggungjawab bagi penderitaan banyak orang di muka bumi.

Pemerintah nasional dan badan-badan multilateral harus bahu-membahu untuk menngambil tanggung jawab untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium,  kata Presiden dari Slovenia, Danilo Turk, pada pertemuan PBB.  “Pemerintah menanggung tanggung jawab untuk semua strategi dasar mulai dari pemberantasan kemiskinan dengan perlindungan lingkungan,” kata Turk.

Namun, ia menambahkan, “Dalam dunia global, efektivitas kerja sama internasional telah tumbuh.”

Merkel mengatakan, “tidak mungkin ada keamanan tanpa pembangunan, dan “tidak ada pembangunan tanpa keamanan.” Dia lalu berkata, “Tujuan Pembangunan Milenium seharusnya tidak diinterpretasikan sebagai semacam menu dimana Anda dapat memilih apa yang anda sukai.”

Namun, apa yang penting dicatat dari pernyataan Merkel, adalah “pembangunan berkelanjutan, seperti juga kemajuan ekonomi dan sosial tidak mungkin tanpa pemerintahan yang baik dan menghormati hak asasi manusia.”

Sementara itu, Presiden Hungaria Pal Schmitt mengatakan, “Perdamaian Abadi tidak dapat dicapai kecuali kelompok-kelompok populasi besar menemukan cara untuk keluar dari kemiskinan. Hungaria percaya bahwa dengan memberantas kemiskinan ekstrim dan kelaparan, kami secara signifikan dapat memberikan kontribusi untuk memenuhi tujuan-tujuan yang lain.”

Robert Mugabe, presiden Zimbabwe, mengatakan beberapa negara telah “sengaja mencoba menghancurkan” kemajuan negaranya dalam mencapai MDGs melalui penerapan sanksi ekonomi.

“Memang kami merasa sangat terganggu dan menyesalkan, bahwa setelah kita semua setuju untuk bekerja menuju peningkatan kehidupan warga negara kita, beberapa negara telah sengaja bekerja untuk menghancurkan usaha kita ke arah itu.”

Juga berbicara dalam konferensi PBB ini, Presiden Liberia yang berkata; “di Afrika yang telah kita lihat perbedaan dalam MDGs telah dibuat. Mereka telah memobilisasi masyarakat internasional, negara-negara donor di sekitar target yang ditetapkan.”

“Tujuan adalah global, tetapi dampaknya adalah lokal. Setiap negara memiliki visi yang berbeda dan unik dalam pembangunan. Karena itu kita harus, mengembangkannya, mendengarkan rakyat kami dan memilih jalan hidup yang akan membawa visi MDGs, “katanya.

Pertukaran “tidak setara terus tumbuh” antara berkembang dan dikembangkan” kata Menteri Luar negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla.

“Fakta bicara lebih keras daripada kata-kata: pertukaran tidak setara yang terus tumbuh; bantuan pembangunan resmi telah mengontrak secara riil,” katanya.

Menlu Kuba juga mengutip kesenjangan lain, seperti perbedaan pasar menyebabkan ekonomi tidak bisa diakses oleh negara-negara miskin.

“Namun, bahwa kemajuan tidak tergantung pada bantuan internasional dengan negara-negara maju, yang hampir tidak ada, atau pada perubahan positif dalam tatanan ekonomi global,” katanya.

“masih kurang solusi untuk masalah-masalah pembangunan yang lebih serius, khususnya dalam melihat penderitaan milyaran orang akibat kemiskinan,” ujarnya. (Xinhua)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut