Perdana Menteri Jepang Mengundurkan Diri

Rabu, 2 Juni 2010 | 13.54 WIB | Dunia Bergerak

TOKYO, Berdikari Online: Perdana Menteri Jepang, Yukio Hatoyama, menyatakan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri. Dengan begitu, Sang Perdana Menteri hanya menduduki jabatannya selama delapan bulan setelah terpilih secara mengejutkan dalam pemilu lalu.

Dalam konferensi pers yang digelar hari Rabu, (6/7) Yukio Hatoyama juga menjelaskan mengenai alasan pengunduran dirinya. Dia mengaku telah gagal memenuhi janji utamanya saat berkampanye, yaitu memindahkan pangkalan militer AS di pulau Okinawa.

Disamping itu, Ichiro Ozawa, tokoh paling berpengaruh di Partai Demokratik Jepang (DPJ), partai berkuasa di Jepang saat ini, juga menyatakan pengunduran dirinya dari partai itu.

Kepada media nasional, Yukio berkata, “sejak pemilu tahun lalu, saya telah berusaha untuk mengubah politik dimana orang Jepang menjadi karakter utama.”

Keputusan ini, seperti dilansir media setempat, dimaksudkan tetap menjaga basis pendukung partai di pulau tersebut, meskipun oposisi lokal di sana sangat kuat, menyebabkan perpecahan di antara tiga partai pendukung koalisi, dengan sebagian kecil partai sosial demokrat.

Partai Demokratik Jepang (DPJ) memenangkan pemilu Bulan Agustus Tahun lalu, setelah terjadi arus besar pemilih menginginkan perubahan, menyebabkan tersingkirnya Partai Demokrat Liberal (LDP) yang sudah berkuasa selama 50 tahun di negeri ini.

Sejumlah pengamat politik menilai, pengunduran dua tokoh besar Partai Demokratik Jepang (DPJ) akan memulihkan kredibilitas partai di mata rakyat. “Meskipun sebagian pemilih yang kecewa tidak mungkin kembali, tapi setidaknya partai telah memulihkan martabatnya di hadapan rakyat,” ujar seorang peneliti yang tak mau disebutkan namanya.

Bagi publik Jepang, keberadaan pangkalan AS di pulau Okinawa memang sesuatu yang sensitif, karena selain berbagai dampak yang ditimbulkan, ini juga menyangkut kedaulatan nasional negeri itu. Sejak tahun 2006, protes masyarakat Jepang semakin meningkat seiring dengan polusi, kebisingan, dan kejahatan akibat keberadaan pangkalan militer tersebut. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut