Yayasan Kawan Lamo GalO merayakan hari jadinya yang ke-9 dengan menggelar acara bertema musik dan budaya. Acara puncak “Kawan Lamo Part 5 + 9 Tahun Kawan Lamo” akan digelar tanggal 9 bulan 9 tahun 2026, bertepatan dengan usia yayasan yang ke-9.
“Kawan Lamo berawal Chating Di Facebook yang Di Inisiator I Acan Jabaudin, Dedy Vocal, Sepnaldi, K Yudhi, K Monanta, Gatot Steel,Adek Steel, MPIT, dan dari Gabungan Anak Seni Sriwijaya dan kini berkembang jadi rumah bagi seniman, musisi, media, pengusaha, aktivis, hingga penikmat seni. Semua yang peduli seni budaya bergabung di sini,” ujar Fitriansyah Sutrisno, Ketua Yayasan Kawan Lamo GalO, yang akrab disapa Empit Bae.
Berdiri sejak 2017, yayasan ini fokus pada pendidikan seni, sosial, dan budaya. Setiap tahun Kawan Lamo rutin menggelar acara, dari Kawan Lamo Part 1 hingga Part 4 yang terakhir di Lawang Borotan dengan konsep parade bunyian.
Untuk perayaan tahun ini, konsepnya reuni dan jamming. “Malam ini kita kumpul bareng kawan-kawan musisi Sumsel, aktivis, media. Acaranya mengusung lagu-lagu tahun 90-an, buat kenangan dan silaturahmi,” tambah Empit Bae.
Acara didukung berbagai komunitas: Dewan Kesenian Palembang, Dewan Kesenian Sumatera Selatan, Jaringan Kebudayaan Rakyat/Jaker, KPJ, OI, Pal7, RockIN 12, Gencar, Ado/Asosiasi Driver Online, Kawali, KKPP, Jamers, RMK, hingga MLR/Musi Lady Rocky komunitas Rockers cewek Sumsel./Cermin Kota/RDP Centre/Slamkers/Paguyuban Slanks/Petanesia Sumsel/Kobar 9/Nickfam/RMK/Gong Sriwijaya/IBF Chapter Sumsel/PGK Sumsel
Selain reuni, Kawan Lamo juga menyiapkan program besar “Big BanG Indonesia” ( Bikin Gede Bangsa Indonesi) yang akan melibatkan pelajar SMA dan SMK se-Sumatera Selatan untuk berkarya tentang Indonesia. Karya mereka rencananya akan disebarluaskan ke seluruh Duta Besar RI, bekerja sama dengan Gong Sriwijaya.
“Istana Bukan Akhir, Tapi Awal Perubahan” — semangat itu juga yang Kawan Lamo bawa: dari komunitas, kita bangun budaya dan pendidikan untuk Indonesia yang lebih maju.
KAWAN LAMO
BEKAWAN GALO

