Penyerahan Koin Untuk SBY Berakhir Bentrok

Setelah mengumpulkan “koin untuk gaji SBY” selama seminggu, puluhan aktivis pergerakan berupaya menyerahkan koin tersebut kepada anggota DPRD dari partai pendukung SBY. Namun, ketika niat itu hendak disampaikan, puluhan anggota Kepolisian menghalang-halangi dan membubarkan aksi.

Kejadian ini terjadi siang tadi, sekitar pukul 11.40 WITA, saat puluhan demonstran ini berusaha menyerahkan koin kepada anggota DPR. Anehnya, meskipun hari ini terbilang hari kerja, pegawai DPRD menyatakan bahwa tidak satupun anggota DPR yang berada di tempat.

Karena tidak percaya dengan informasi tersebut, perwakilan massa pun berusaha menerobos pengawalan polisi dan masuk ke dalam ruangan DPRD untuk memastikan ada tidaknya anggota DPR.

Belum juga massa beranjak masuk, Polisi sudah menyerang duluan. Polisi mendorong keras para mahasiswa yang berjumlah puluhan ini, bahkan memukul beberapa diantara orang mahasiswa dan warga.

Seorang peserta aksi terkena tendangan dan mengalami luka serius di bagian punggungnya. Bukan hanya itu, koordinator aksi ini, kawan Agustinus, sempat berusaha ditangkap oleh pihak kepolisian.

Menurut Moelyadi, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan sekaligus humas aksi ini, tujuan mereka menggelar aksi adalah menyerahkan “koin untuk gaji SBY” kepada perwakilan partai demokrat.

“Kami hanya mau menyerahkan secara simbolis koin ini kepada partai pendukung SBY. Ini merupakan bentuk sindiran kepada SBY untuk tidak menaikkan gaji,” katanya.

Tidak puas dengan perlakuan aparat kepolisian, massa aksi pun menyebarkan koin itu di halaman gedung DPRD.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut