Pengelolaan Minyak Di Tangan Asing Tak Menguntungkan Rakyat

Seminar.jpg

Tata kelola kekayaan alam nasional, termasuk minyak bumi, yang banyak diserahkan kepada modal asing, terbukti tidak berkontribusi kepada kesejahteraan rakyat.

Penilaian ini disampaikan oleh Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kabupaten Tuban, Agus Juang Pribadi, saat menjadi salah satu pembicara dalam seminar bertajuk “Pemanfaatan Sumber Daya Alam Minyak Sebagai Solusi Kesejahteraan Rakyat” di gedung Lantai II Universitas Sunan Bonang (Unang) Tuban, Minggu (24/2/2014).

Menurut Agus Juang, banyak daerah penghasil minyak di Indonesia, termasuk Jawa Timur, justru menjadi penyumbang kemiskinan terbesar di Indonesia. Begitu juga dengan kabupaten Tuban yang menjadi tempat eksplorasi minyak sejumlah perusahaan asing.

“Di kecamatan Soko, Tuban, yang merupakan tempat beroperasinya perusahaan migas Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), ada 51% kepala keluarganya yang dinyatakan miskin,” ungkapnya.

Di Kabupaten Tuban sendiri, jumlah keluarga miskin mencapai 147.847 KK. Jumlah itu setara dengan 42% dari total Kepala Keluarga di Tuban. Dengan contoh tersebut, kata Agus Juang, kita bisa melihat mengapa kekayaan alam Indonesia yang melimpah, termasuk migas, tidak mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat.

Apalagi, kata dia, di sektor migas sendiri, hampir 90% blok migasnya dikuasai oleh perusahaan asing. “Kalau semua sudah di tangan asing, manfaatnya bagi kepentingan nasional dan rakyat nyaris tidak ada. Buktinya, kita kaya migas, tapi kita krisis energi,” jelasnya.

Dalam diskusi itu, Agus Juang mengeritik tata kelola migas Indonesia yang sangat liberal, terutama sejak disahkannya UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas. Menurutnya, UU tersebut memberi legitimasi hukum bagi modal asing untuk menguasai sektor hulu dan hilir sektor migas Indonesia.

Agus Juang menegaskan, pengelolaan migas di Indonesia seharusnya mengacu pada pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa kekayaan migas adalah milik bangsa Indonesia dan pengelolaannya harus mendatangkan kemakmuran bagi rakyat.

Seminar yang digelar oleh BEM Universitas Sunang Bonang ini juga menghadirkan pembicara, yakni Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Arif Fachruddin Ahmad dan perwakilan dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tuban serta JOB-PPEJ Tuban.

Bagus Noroyono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut